Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendikbud Sebut Siswa SMP Yang Tantang Guru Sebagai Kenakalan Remaja

Mendikbud Sebut Siswa SMP Yang Tantang Guru Sebagai Kenakalan Remaja Siswa SMP PGRI Pelaku Persekusi Guru di Gresik Minta Maaf. ©2019 Youtube

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengakui kasus persekusi guru terhadap murid bisa saja terjadi. Sebab, dia mengungkapkan, pasti ada saja siswa yang melakukan persekusi.

Pernyataan ini menanggapi kasus AA (15) siswa kelas IX SMP PGRI Wringinanom Gresik Jawa Timur yang mengancam Nurkalim (30) guru IPS. Dimana persekusi terjadi akibat Nurkalim mengingatkan AA untuk tidak merokok di kelas.

"Kalau ada kejadian satu dua itu biasanya, itu sifatnya tidak bisa dihindari, karena bagaimana pun dengan 41 juta siswa, itu pasti ada anak yang memiliki keistimewaan-keistimewaan dalam tanda petik," kata Muhadjir di Serua, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Senin 11 Januari 2019 malam.

Menurutnya, keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki semua siswa itu disebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja tersebut, kata Muhadjir, ada tiga kategori.

"Kenakalan remaja itu ada yang stadiumnya rendah, menengah, ada juga yang stadium tinggi," jelasnya.

Tetapi, Muhadjir menegaskan, apabila sudah ada anak yang sampai berani dengan guru, maka masuk ke stadium tinggi. Sehingga, kata dia, perlu penanganan khusus. Namun apapun sanksi yang diberikan kepada si anak, jangan sampai merenggut masa depannya.

"Yang penting, apapun sanksi yang diberikan kepada si anak, tidak boleh merampas masa depan si anak itu. Karena bagaimana pun dia ini adalah anak yang harus diarahkan, justru biasanya anak-anak yang punya perilaku khusus seperti ini justru kalau dibina dengan baik biasanya akan menjadi anak yang sangat baik," tegasnya.

Sebelumnya, video AA (15), Siswa SMP PGRI di Gresik, yang mengancam gurunya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, AA yang ditegur karena merokok dalam kelas malah mencengkeram kerah baju gurunya yang bernama Nurkhalim.

Polisi mengaku kasus ini telah selesai. Nurkhalim (30), guru tersebut meminta dilakukan mediasi oleh kepolisian. Tujuannya agar AA tak perlu dikenai proses hukum. Mediasi sudah dilakukan di Mapolsek Wringinanom, Gresik.

"Siang tadi kami kumpulkan semua pihak, dinas terkait, dan institusi terkait. Ada kepala sekolah dan yayasan, serta tokoh masyarakat menyaksikan proses mediasi tadi jam 14.00 siang. Alhamdulillah mereka sepakat berdamai dengan dibuat surat pernyataan bersama," kata Kapolsek Wringinanom, AKP Supiyan, kepada merdeka.com, Minggu (10/20.

AKP Supiyan menjelaskan persoalan ini tidak diproses hukum. Ada beberapa alasan, yang pertama permintaan dari guru yang menjadi korban, lalu AA juga hendak menempuh ujian ke SMA.

AA berjanji tak akan mengurangi perbuatan serupa. Orang tuanya pun berjanji akan melakukan pengawasan ketat.

"Orang tua juga menyesalkan peristiwa terjadi. Dia meminta maaf juga ke guru," kata Kapolsek.

Reporter: Devira PrastiwiSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP