Mendikbud minta polisi tindak tegas pelaku bullying
Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhamad Nuh, meminta kepolisian menindak tegas pelaku bullying atau penganiayaan yang ada di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Dia menilai korban yang melapor kepada pihak kepolisian adalah langkah yang tepat. Korban sendiri berinisial A (16), siswa kelas X. A dianiaya oleh seniornya lebih dari satu orang dengan cara menyundut rokok ke lehernya.
"Nggak boleh itu harus ditindak tegas. Kekerasan apapun tidak diperkenankan dalam dunia pendidikan," ujar Nuh, saat ditemui di Sabuga, Bandung, Sabtu (28/7).
Dia menegaskan, jika ada kekerasan dalam bentuk apapun di dunia pendidikan itu adalah tindak kriminal. "Kalau terbukti kekerasan. Itu kriminal. Bisa dilaporkan," ujarnya.
Kasus ini sendiri saat ini sudah dipolisikan melalui laporan orang tua korban. Dia berharap pelaku bisa diberi ganjaran hukuman dan tindakan tegas dari kepolisian. "Seniornya mukul atau nyudut rokok. Dia tidak terima, itu dilaporkan boleh. Harus ditindak. Supaya tidak tuman," tegasnya.
Dengan langkah itu, dia yakin bahwa tindak kekerasan atau penganiayaan di dunia pendidikan bisa diminimalisir. "Ini jelas mencoreng, ngapain nggak ada kerjaan. Kalau nggak bisa menanamkan nilai kebaikan nggak usah ikut. Jangan ngerusak," tandasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya