Mendikbud dukung siswa suka tawuran dikeluarkan
Merdeka.com - Tawuran pelajar SMAN 70 dengan SMAN 6 berujung kematian Alawy Lusianto Putra, Senin lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh tampak geram dan memerintahkan agar sekolah mengeluarkan siswa yang hobi tawuran.
"Siswa nakal harus dihukum dengan sanksi dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing. Tenang saja, menteri mendukung," kata Mohammad Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/9).
Nuh menegaskan, dalam mediasi antara perwakilan SMA 6 dengan SMA 70 sepakat untuk menghentikan aksi tawuran.
"Intinya semuanya sepakat, kekerasan harus disetop. Akan ada kegiatan bareng antarkedua sekolah tersebut," ujar Nuh.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang Kepala SMA 70 Bulungan Saksono Liliek Susanto dan Kepala SMA 6 Kadarwaty Mardi Utama serta komite alumni masing-masing sekolah untuk melakukan mediasi.
Mediasi dilakukan buntut dari tragedi tawuran yang menewaskan siswa SMA 6, Alawy Lusianto Putra akibat disabet celurit oleh FR (19), siswa SMA 70. FR sendiri dikenal guru-gurunya sebagai pemalas. Hal itulah yang membuat FR tinggal kelas.
"Dulu katanya memang pernah terlibat tawuran tapi itu dulu waktu saya belum jadi Kepsek," imbuh Kepala Sekolah SMA 70 Saksono Liliek yang baru November 2011 menjadi kepsek di SMA favorit itu. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya