Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendesak Kemenkum HAM buka video testimoni Fredi

Mendesak Kemenkum HAM buka video testimoni Fredi freddy budiman. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Fredi Budiman telah dieksekusi mati. Tetapi testimoninya membuat institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kalang kabut. Selain penggalan cerita, ada juga testimoni dalam bentuk video.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM Akbar Hadi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, rekaman diambil hanya untuk dokumentasi dan sudah mendapat izin dari Fredi.

Tim independen yang dibentuk masing-masing institusi diminta menelusuri informasi tersebut. Tambahan informasi ini dianggap bisa membantu mengungkap soal testimoni Fredi.

"Kalau memang ada videonya ya harus dicari dan diambil tim investigasi untuk mempermudah penelusuran," tutur Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengatakan info ini perlu diselidiki Tim Independen. Tim Independen perlu mencari tahu apa yang menjadi isi rekaman tersebut.

"Saya kira kalau itu rekaman sangat dibutuhkan Tim Independen di dalam pengusutan pengakuan Fredi sangat perlu ditelusuri. Sebab itu bisa menjadi pintu masuk pengusutan aparat terlibat narkoba seperti testimoni Fredi Budiman," ujar Edi.

Sekretaris tim independen, Hendardi mengaku dia dan beberapa rekannya sudah mulai gerak menelusuri kebenaran testimoni Fredi. Salah satu yang menjadi fokus gerak tim ini kata Hendardi adalah mencari video CCTV testimoni Fredi Budiman yang direkam sesaat sebelum gembong narkoba itu dieksekusi mati.

"Nanti akan kita coba cari. Kalau video itu kita dapat tentu akan sangat membantu tugas tim," ujar Hendardi dalam sambungan telepon kepada merdeka.com, Kamis (11/8).

Selain itu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan aliran dana ratusan miliar rupiah dari gembong narkoba yang diduga memiliki hubungan dengan Fredi Budiman. Data itu pun telah diserahkan ke Mabes Polri dan BNN.

Komjen Dwi Priyatno mengatakan, Tim Independen akan menindaklanjuti jika menerima laporan dari PPATK tersebut. Dia menilai data dari PPATK itu bisa menjadi sumber informasi untuk mencari tahu kebenaran testimoni Fredi.

"Itu pasti kita akan analisis data itu. Misal apakah ada penyidik yang terlibat pada waktu itu," kata dia.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP