Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendagri: Seribu Tony Abbott menelepon, eksekusi mati tetap jalan

Mendagri: Seribu Tony Abbott menelepon, eksekusi mati tetap jalan Menteri Tjahjo Kumolo datangi KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo mengatakan Indonesia tetap akan melakukan eksekusi terpidana mati dalam kasus Narkotika. Meski muncul tekanan dari beberapa negara lain dan juga PBB, menurutnya tidak akan ada perubahan keputusan.

"Tetap (dihukum mati), karena ini sudah Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, rata-rata setiap harinya 46 orang meninggal perhari," katanya pada wartawan di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Senin (2/3).

Dia juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat secara politik. Karena itu meski ada tekanan dari pihak luar, termasuk telepon dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Indonesia tidak akan menanggapinya.

"Indonesia negara berdaulat dalam politik, mau seribu Tony Abbot tidak ada masalah, siapapun itu mau seribu sekjen PBB, seribu perdana menteri Brasilia, tidak!" tandasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott, terkait rencana eksekusi mati dua warga negara Australia. Presiden Jokowi memastikan eksekusi terhadap duo 'Bali Nine' dan napi narkoba tetap dilakukan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP