Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendagri minta masyarakat proaktif laporkan kampanye hitam

Mendagri minta masyarakat proaktif laporkan kampanye hitam Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pilkada serentak yang akan digelar di tahun 2018 mendatang diprediksi masih akan diwarnai dengan kampanye hitam seperti ujaran kebencian bernada SARA maupun politik uang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya kampanye hitam saat Pilkada 2018.

"Masyarakat harus proaktif mengadukan, kalau memang ada pasangan calon yang kampanye hitam. Bukan justru (menonjolkan) program tapi malah berujar kebencian, malah fitnah," ujar Tjahjo usai menghadiri akad nikah putri Mensesneg Pratikno di Yogyakarta, Jumat (28/12).

Tjahjo menuturkan ujaran kebencian banyak ditemui di media sosial. Ujaran kebencian ini di antaranya adalah fitnah, berita hoax dan kebencian dengan isu SARA.

"Di dunia maya saat ini ada dua masalah yang menjadi perhatian pemerintah yaitu fitnah dan ujaran kebencian. Terlebih lagi menjelang pilkada 2018, politik SARA diprediksi meningkat dan mengalahkan politik uang," ujar Tjahjo.

Tjahjo juga mengajak kepada masyarakat untuk memerangi praktek kampanye hitam. Sebab adanya kampanye hitam bisa mengancam persatuan dan kesatuan yang selama ini ada di Indonesia.

"Jangan sampai hanya sekedar pilkada milih kepala daerah jadi merusak persaudaraan masyarakat di daerah. Ya kita sosialisasi, minta kepada kepolisian juga harus tegas," tukasnya.

Tjahjo menambahkan bahwa pihaknya meminta kepada para calon dan parpol pengusung di Pilkada 2018 untuk lebih fokus dalam program dan rencana kerja. "Bukan saling menjatuhkan dengan isu yang tidak relevan," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP