Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendagri jadi saksi perdamaian adat masyarakat Maybrat

Mendagri jadi saksi perdamaian adat masyarakat Maybrat Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyaksikan langsung prosesi perdamaian adat masyarakat Maybrat, sekaligus mencanangkan Kumurkek sebagai ibu kota Kabupaten Maybrat. Tjahjo tiba di lokasi sekira pukul 9.23 waktu setempat dengan menumpangi helikopter TNI.

Selain Tjahjo, turut serta Gubernur Papua, Dominggus Mandacan, Panglima Kodam XVIII Kasuari, Kapolda Papua Barat, Dirjen Otonomi Daerah, Sumarsono, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo, dan pejabat lainnya. Begitu mendarat, Mendagri disambut Bupati dan Wakil Maybrat dan Sekda Maybrat.

Dalam kata sambutannya, Bupati Maybrat mengucapkan terima kasih disela kesibukannya Mendagri masih bersedia datang ke Kumurkek. Menurutnya, sejak dimekarkan masalah ibukota tak pernah terselesaikan. Ia bersyukur, di era Tjahjo jadi Mendagri ada inisiatif untuk menyelesaikan perbedaan terkait penentuan ibukota

"Kita bersyukur Bapak Mendagri telah melakukan langkah kebijakan memfasilitas tim rekonsiliasi. Sehingga kisruh ibukota bisa diakhiri dengan proses perdamaian adat dan akta damai. Ini Momen monumental. Saya ajak kita semua akhiri perbedaan. Masa lalu kita tinggalkan. Mari tatap masa depan. Membangun Maybrat secara bermartabat," tuturnya.

Gubernur Papua Barat juga menyatakan hal serupa, berterima kasih atas usaha Mendagri menjembatani perbedaan hingga lahirnya perdamaian. Ia pun mengajak semua elemen bersatu membangun Maybrat. Ketua Rekonsiliasi dalam kata sambutannya juga berterima kasih atas inisiatif Mendagri dibentuk tim rekonsiliasi. Tim setelah dibentuk, langsung bekerja menyerap aspirasi dari masyarakat.

"Kami rekam suara hati masyarakat. Kami dengar, kami presentasikan pada Pak Menter suara hati masyarakat. Dan Mendagri dengar langsung. Akhirnya pada 15 September para pihak duduk bersama. Kami ingin damai. Duduk bersama. Di sebuah tempat netral di Kota Sorong. Hari ini kita selesaikan. Kami undang Pak Menteri menyaksikan ini," katanya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan prosesi denda adat. Mendagri didaulat jadi saksi. Prosesi denda adat sendiri secara simbolis ditandai dengan penyerahan kain pusaka tiga jenis kepada pihak korban dari suku Aitinyo. Kain pertama adalah kain wasape yang secara simbolis jadi pengganti bagi korban. Dan kain kedua, serta kain ketiga. Juga ikut diberikan sejumlah uang kepada keluarga korban.

Seperti diketahui, saat Pilkada di Maybrat sempat terjadi rusuh yang melibatkan tiga suku besar di Maybrat yakni Suku Ayamaru, Aitinyo dan Aifat. Dalam rusuh itu, korban jiwa jatuh dari suku Aitinyo. Prosesi denda adat, adalah prosesi perdamaian antar dua pihak yang berkonflik. Acara perdamaian adat di akhiri dengan prosesi potong babi yang jadi simbol puncak perdamaian adat.

Selanjutnya, Mendagri menyaksikan pembacaan akta perdamaian. Acara dilanjutkan dengan penobatan Menteri Tjahjo sebagai bobot atau tetua adat masyarakat Maybrat. Selesai penobatan, Mendagri menyerahkan piagam penghargaan perdamaian kepada sejumlah pihak. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP