Mendagri geram Malaysia dan Singapura menghujat soal asap
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Republik Indoensia (Mendagri), Tjahjo Kumolo geram dengan sikap negara tetangga Malaysia dan Singapura yang hanya bisa mengkritik soal asap.
Kritik pedas yang dilontarkan Tjahjo Kumolo menyusul protes yang dilontarkan kedua negara tetangga tersebut akibat dampak kabut asap. Seharusnya kedua negara tersebut jangan hanya kritik, tetapi Pemerintah Indonesia terbuka bila hendak membantu.
"Kalau mau selesaikan bencana asap, ayo kita lakukan bersama-sama, jangan hanya mengkritik, menghujat. Mari kita dengan ikhlas membantu untuk memadamkan api," kata Tjahjo Kumolo saat membuka Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa dan Gelar Teknologi Tepat Guna di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (8/10).
Tjahjo juga menyinggung negara Malaysia banyak berinvestasi perkebunan sawit di Indonesia. Atas dasar itu, Tjahjo geram dengan sikap Malaysia yang hanya bisa menghujat tanpa memberikan solusi.
Kendati demikian, Tjahjo tegaskan, bila mereka tidak mau membantu, sebagai negara yang berdaulat, Indonesia mampu mengatasinya sendiri. Masih ada TNI, Polri, dan instansi lainnya yang mampu mengatasi bencana kabut asap tersebut.
"Sebagai tetangga yang serumpun, Malaysia dan Singapura sebenarnya saling membutuhkan dengan Indonesia, perlu diingat, Malaysia memiliki perkebunan di Indonesia," tukasnya.
Kemudian Tjahjo juga mengingatkan bahwa bencana kabut asap itu bukan faktor kesengajaan. Akan tetapi ini merupakan faktor alam yang membawa kabut asap melalui angina kedua negara tersebut.
"Ini faktor alam angin
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya