Mencetak dai moderat lewat sertifikat
Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini mengeluarkan pernyataan akan menata para dai alias para penceramah agama Islam lewat sebuah sertifikat. Sertifikat tersebut bertujuan untuk menciptakan dai-dai moderat yang menyampaikan ajaran Islam dengan damai, tanpa embel-embel kekerasan.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirimkan dai-dai ke seluruh wilayah Indonesia untuk menyiarkan ajaran Islam yang moderat. Dai-dai ini nantinya juga akan mendapatkan sertifikat dari MUI.
Ketua MUI Ma'ruf Amin menjelaskan, program ini merupakan salah satu peran MUI untuk menangkal terorisme dan radikalisme. Selain itu, MUI juga menyampaikan juga akan dikembangkan ekonomi masyarakat berbasis syariah.
Namun sertifikasi ini bukannya menyelesaikan masalah. Justru banyak yang tidak sependapat, lantaran khawatir rencana itu justru bisa membuat dai di Tanah Air merasa tidak nyaman.
Apalagi, belum jelasnya kriteria Islam moderat yang MUI inginkan serta nasib dai yang tidak memiliki sertifikat ke depannya bagaimana.
Lalu bagaimana juga dengan para dai yang tidak memiliki sertifikat MUI, nantinya merasa terkucilkan meski sejatinya apa yang menjadi dakwahnya tidak memiliki paham radikal.
Merdeka.com hari ini akan mengupas mengenai kontroversi dai bersertifikat ini. Baik masyarakat umum, ulama, atau para tokoh akan kami wawancarai untuk mengetahui bagaimana pendapat mereka tentang sertifikasi para dai. Selamat membaca.
(mdk/war)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya