Menara Syahbandar di kompleks Museum Bahari miring
Merdeka.com - Salah satu cagar budaya yang menjadi sejarah Jakarta Utara mengalami kemiringan pada gedungnya. Menara Syahbandar yang merupakan titik nol kilometer kota Jakarta tersebut menjadi miring beberapa derajat ke arah selatan.
Menara itu dulunya berfungsi sebagai pemantau masuknya kapal ke Batavia sebutan Jakarta tempo dulu. Dari pantauan merdeka.com, berdiri dengan tinggi lima meter dan lebar tiga meter ini dibangun dengan tiga lantai. Di tepi Jalan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, menara ini tampak mencolok dengan warna putih dan merah di bagian atap.
Salah satu pengunjung Ratih (25th) mengatakan, harus agak sedikit hati-hati ketika sedang berada di lantai paling atas. Apalagi jika kendaraan berat melintas, sebab menara yang dibangun sekitar tahun 1839 tersebut berada di antara pelabuhan Tanjung Priok.
"Mungkin yang unik karena miring, cuma ya agak takut kalau truk kontainer baru melintas," kata Ratih, gadis asal Solo yang sedang berlibur di Jl Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/9).
Menurutnya, kondisi menara yang miring tersebut juga terlihat jika pengunjung berdiri di sebelah barat menara. Menara tersebut tampak condong ke arah jalan.
"Kalau mau lihat miringnya lagi, bisa lihat dari luar gedung, berdiri di sebelah barat menara. Menara tersebut tampak condong ke arah jalan," ujar dia. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya