Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menaker: Sarjana muda harus bisa menjadi pendamping para wirausahawan

Menaker: Sarjana muda harus bisa menjadi pendamping para wirausahawan Menaker Hanif Dhakiri. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menyebut ada tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini. Yaitu persaingan pasar dan teknologi baru di era revolusi industri 4.0.

Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengimbau kepada kelompok milenial agar memacu kreativitasnya, dan terus berinovasi demi menciptakan pasar dan teknologi baru.

Tantangan terbesar di era disrupsi, kata Hanif, adalah mendorong masyarakat agar memiliki semangat berinovasi berdasarkan knowledge based economy. "Oleh karena itu dibutuhkan human capital dengan kreativitas dan inovasi," kata Hanif via rilis yang diterima merdeka.com di Surabaya, Senin (30/7)

Terkait kreativitas dan inovasi, Hanif menyontohkan aplikasi ojek online (Ojol) yang merupakan teknologi yang sangat disrupsi. Melalui penggunaan teknologi tepat guna dibalut kreativitas dan inovasi, permasalahan di masyarakat pun dapat diselesaikan.

"Saya mendorong anak-anak muda untuk menerobos batas. Start thinking out of the box. Berpikir tanpa boks. Boks-nya ditendang saja. Mari berpikir tanpa dihalangi aturan," ajak alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Dalam rilisnya itu, Hanif juga menceritakan, saat dirinya mengisi gelar dialog kebangsaan bertema: Peran Sociopreneur dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional di gedung Fisipol Universitas Gajah Mahada (UGM) pada Sabtu (28/7) lalu.

Di acara yang juga dihadiri Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dan Budayawan Eros Djarot tersebut, Hanif mengaku diminta bicara soal peran sociopreneur sebagai alternatif karier dan akselerator produktivitas masyarakat desa. "Acara tersebut merupakan puncak rangkaian Program Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM)," katanya.

Pada acara tersebut, Hanif mengaku sepakat dengan bupati Kulon Progo yang mengatakan, bahwa pemimpin daerah harus terkini atau selalu update dalam hal teknologi. "Ini agar kepala daerah bisa mengajak warganya yang tengah berada di era disrupsi menuju era keberlimpahan," ungkap Hanif.

Selama memimpin, masih kata Hanif, bupati Kulon Progo telah melakukan berbagai inovasi. Khususnya dalam hal pangan seperti Coklat Kalibawang dan Kopi Menoreh. "Menghadapi perubahan, kita dihadapkan oleh pilihan, berkompetisi atau berkolaborasi," katanya mengutip statmen bupati Kulon Progo.

Selebihnya, Hanif mengajak para sarjana dari berbagai wilayah di Tanah Air untuk segera terjun ke berbagai desa. "Mereka (para sarjana muda) harus bisa menjadi pendamping para wirausahawan berbasis desa, agar mampu berinovasi di era disrupsi," tandasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP