Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menaker: 3,9 Juta Warga Jateng Menganggur Akibat Pandemi Covid-19

Menaker: 3,9 Juta Warga Jateng Menganggur Akibat Pandemi Covid-19 Menaker Ida Fauziah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan kenaikan angka pengangguran yang cukup tinggi di Indonesia. Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang angka penganggurannya terdampak signifikan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2020, terdapat 1,21 juta penganggur. Angka ini naik 396.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ada kenaikan tingkat pengangguran cukup besar yaitu 2,04 persen dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan ada sekitar 3,97 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi di Provinsi Jawa Tengah," katanya di Balai Latihan Kerja Solo, Rabu (10/3).

Adanya pandemi, lanjut dia, akan menambah tantangan kondisi ketenagakerjaan. Selain tantangan yang telah ada sebelumnya, yaitu terkait kualitas SDM, kompetensi, dan produktivitas. Data nasional menunjukkan, dari keseluruhan penduduk yang bekerja, sekitar 57 persen lebih berpendidikan rendah, yaitu SMP ke bawah dengan kemampuan terbatas.

"Untuk Jawa Tengah angkanya lebih tinggi yaitu persentase penduduk yang bekerja dengan pendidikan rendah sebesar 65 persen. Selain dari permasalahan masih rendahnya pendidikan dan 'skill' pekerja, Ditambah juga dengan adanya dampak pandemi. Perlu diingat bahwa saat ini kita juga berada pada era revolusi industri 4.0 yang berdampak pada adanya transformasi di sektor ketenagakerjaan," jelasnya.

Untuk bisa menjawab tantangan tersebut, Ida menerangkan, seluruh pihak harus mau berkolaborasi dan bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan terkini di sektor ketenagakerjaan.

"Salah satunya, BLK menyelenggarakan pelatihan yang bisa mengantisipasi kebutuhan 'skill' dan kompetensi tenaga kerja di masa pandemi dan setelahnya,” terangnya.

Karena saat ini, lanjut dia, perlindungan terbaik bagi angkatan kerja baru dan para pekerja adalah perlindungan kompetensi. Dengan adanya skill, setiap individu akan mempunyai kemampuan bekerja secara terus-menerus.

Sementara itu secara nasional, dikatakannya, angka pengangguran sebelum pandemi Covid-19 ada 4,99 persen. Namun saat ini angka pengangguran naik hingga 7 persen.

“Jadi ada sekitar 9,77 juta orang. Ini data BPS di bulan Agustus,” tutup Ida.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP