Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menakar peluang Marsekal Hadi jadi Panglima TNI

Menakar peluang Marsekal Hadi jadi Panglima TNI Pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Kasau. ©puspen tni

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Dorongan agar Presiden Joko Widodo segera menunjuk penggantinya kian kencang. Kepala Negara disarankan memilih Panglima bukan dari Angkatan Darat (AD).

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan masa reses DPR mulai 13 Desember hingga 14 Januari 2018. Apabila penunjukan nama Panglima saat memasuki masa reses tak bisa diproses DPR.

Selain itu, Kang Jenderal sapaan TB beralasan agar panglima baru pada awal Januari sudah mulai bekerja untuk pengamanan pemilu. Sehingga, lanjutnya, ada bantuan yang disiapkan Panglima terhadap Kapolri.

"Jadi kalau tidak di masa kerja sekarang, maka bisa-bisa bablas kita punya Panglima TNI dalam status pensiun," ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini jabatan Panglima TNI selalu didominasi oleh Angkatan Darat (AD). Sedangkan Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) baru beberapa kali. Karena itu dia berharap pengganti Gatot berasal dari AU. Namun dia menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi.

"Saya ingin sampaikan kata bergilir. Pak Gatot, Pak Moeldoko dua-duanya darat. Pak Agus AL. Djoko Santoso AD. Sebelumnya lagi puluhan tahun lalu AD. Jadi kalau lihat ini, jadi berilah kesempatan kepada AU," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mendengar kabar dalam waktu dekat Jokowi akan mengirim surat terkait calon pengganti Gatot. Menurutnya, Jokowi bisa mengirim lebih dari satu nama calon.

Saat ini tiga jenderal bintang empat adalah Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono, lalu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, berdasarkan masa dinas Hadi memiliki waktu pensiun lebih panjang. Dia juga menyatakan bahwa kinerja Hadi cukup baik. Hadi banyak menyelesaikan kasus dan merevitalisasi beberapa alutsista.

"Kalau track record-nya sangat tinggi juga karena Pak Hadi berhasil melakukan revitalisasi baik di alutsista, pembersihan juga, baik yang kemarin ada kasus-kasus korupsi itu beliau kerjasama dengan Panglima TNI untuk merapikan dan menyelesaikan seluruh perkara yang ada," jelasnya.

Pengamat militer dari Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi melihat Hadi dipersiapkan Jokowi. Ini terlihat dari cepatnya promosi jabatan buat Hadi hingga didapuk menjadi kepala staf.

Jika memakai sistem urut kacang, menurut Muradi, saat ini jatahnya angkatan udara (AU). Setelah Laksamana Agus Suhartono, berturut-turut Panglima diisi angkatan darat (AD) Jenderal Moeldoko dan Gatot.

Apakah Hadi memang disiapkan Jokowi untuk jadi Panglima TNI menggantikan Gatot? "Saya lihat arahnya ke sana. Kalau suasananya kondusif, September atau Oktober bisa dilakukan," ungkapnya beberapa waktu lalu pada merdeka.com.

Saat dimintai komentarnya tentang pergantian tersebut, Gatot menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. Karena urusan pergantian Panglima TNI menjadi hak perogratif seorang Presiden.

"Itu urusannya Presiden," tegas Gatot Nurmantyo usai menjadi pembicara dalam dialog Proxy War Ketahanan Informasi Nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jumat (24/11).

Sementara soal desakan sejumlah pihak yang meminta agar segera mengirim nama pengantinya, Gatot berpendapat tidak perlu didengarkan. Desakan-desakan itu hanya sebuah polemik saja, yang tidak perlu didengar.

"Enggak usah didengarin, yang didengarin Presiden. Itu kan orang yang cuma berpolemik saja. Kita dengarkan Presiden saja," tegasnya.

Jokowi mengaku sudah banyak menerima masukan nama calon pengganti Gatot. "Namanya kan banyak," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah membuka acara Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama Konbes Nahdlatul Ulama di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11).

Seperti diketahui, Hadi merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987. Dalam hitungan tiga bulan dua kali dia mendapat promosi jabatan. Lebih cepat meninggalkan para seniornya.

Hadi meraih bintang satu saat didapuk menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas (Dirops dan Lat Basarnas) 2011-2013. Lalu dia ditempatkan sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU 2013-2015 dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh 2015.

Tak lama di sana, bapak beranak dua ini mendapat promosi ketika menduduki posisi Sekretaris Militer Presiden 2015-2016. Menjadi Sekmil kurang lebih satu tahun, Hadi dipromosikan menjadi Irjen Kemhan 2016. Sekarang dia menjadi Kasau. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP