Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menag: Selama Ramadan, warung tak perlu dipaksa tutup

Menag: Selama Ramadan, warung tak perlu dipaksa tutup Menag Lukman Hakim Saifuddin. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar tak ada pihak yang memaksa agar warung-warung ditutup selama berlangsungnya bulan Ramadan. Dia berharap agar umat Islam menghormati sesama yang tidak menjalani puasa.

"Warung-warung tak perlu dipaksa tutup. Kita harus hormati juga hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa," demikian seperti dari akun Twitter Lukman Hakim, @lukmansaifuddin, Senin (8/6).

Pernyataan tersebut muncul atas permintaan dari Agung Prasetyo Utomo, melalui akun twitternya @agungprasetyo_u. Dia meminta agar sekalian saja warung-warung ditutup. Pasalnya menurut Agung, keberadaan warung-warung yang buka siang hari tersebut akan mengurangi khidmatnya Ramadan.

Namun Lukman tetap bersikukuh bahwasanya dengan membiarkan warung-warung tetap buka, akan memudahkan pemeluk agama lain. Islam harus menjadi agama yang toleran. Sejauh ini penutupan paksa terhadap warung-warung di bulan puasa merupakan tindakan sepihak yang dilakukan ormas berbau islami.

Meskipun di beberapa daerah warung boleh buka asalkan bagian depannya ditutup tirai akan tetapi beberapa ormas masih melakukan upaya pengerusakan. Misalnya saja tahun 2011 yang lalu, 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) mengobrak-abrik beberapa warung nasi dan pedagang bakso yang buka saat umat muslim menjalani puasa di bulan Ramadan. Pengerusakan yang terjadi di Kota Banjar tersebut akhirnya berujung pada konflik horizontal.

"Hemat saya, kita semua saling menghormati hak orang lain," balas Lukman.

Pemilik akun @imonkdonkdonk justru berpikir sebaliknya. Dia beralasan, yang harusnya menghormati ialah mereka yang tidak berpuasa. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP