Menag sebut situs Islam bertentangan dengan Pancasila layak diblokir
Merdeka.com - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menilai sebanyak 19 situs yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tidak seluruhnya menyebarkan paham radikalisme seperti rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ada beberapa di antaranya mengajarkan agama Islam yang sesuai tuntunan syariat.
"Ada beberapa website yang ternyata baik-baik saja dalam menyebarkan dakwah Islam," kata Lukman usai menghadiri peresmian dan Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ke-45 di Jalan Raya Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4).
Meski demikian, Lukman mengakui memang ada beberapa situs yang membahayakan karena secara terang-terangan mendukung ISIS. Bahkan, situs itu memuat seruan menggunakan cara-cara kekerasan dalam melakukan perubahan.
Lukman bersyukur karena saat ini Kemenkominfo sudah memperbaiki prosedur pemblokiran, yakni melibatkan banyak kalangan, seperti akademisi, ulama dan berbagai kalangan. Menurutnya ada dua syarat sebuah situs bisa diblokir sehingga benar-benar dipertanggungjawabkan.
"Syarat pertama, kata Lukman, secara substansi situs tersebut benar-benar bertentangan dengan paham ideologi negara Indonesia. Kedua, ada prosedur yang benar-benar terjaga dan terpelihara. Masyarakat juga harus hati-hati waspada," ujarnya.
Lukman meminta agar penyebaran agama Islam dilakukan secara damai, seperti yang diajarkan para Wali Songo saat menyebarkan Islam di nusantara.
"Islam dikembangkan tanpa setetes darah pun di bumi nusantara. Islam di dakwahkan dengan penuh kearifan dan toleransi," pungkas dia.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya