Menag Sebut Arab Saudi Tak Akui Vaksin Sinovac
Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Kerajaan Arab Saudi hanya mengakui empat vaksin sebagai syarat pelaksanaan ibadah umrah. Salah satu vaksin yang tidak diakui Saudi adalah vaksin buatan China.
"Vaksin China termasuk di dalamnya adalah Sinovac, yang kita pakai dan diakui oleh WHO, itu tidak diakui Saudi," kata Yaqut di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (30/11).
Yaqut menyampaikan bahwa vaksin yang diakui Arab Saudi hanya empat yakni, Pfizer, AstraZeneca, Johnson and Johnson, dan Moderna. Khusus bagi jemaah penerima empat jenis vaksin tersebut, maka bisa langsung melaksanakan umrah tanpa melalui karantina.
"Kalau tidak menggunakan 4 vaksin yang diakui Saudi itu tetap harus karantina selama tiga hari," ungkapnya.
Meski demikian, Arab Saudi memberikan kelonggaran terhadap penerima vaksin yang diakui WHO termasuk Sinovac, syaratnya dengan mendapatkan suntikan dosis ketiga atau booster dari salah satu vaksin yang diakui Arab Saudi.
"Dan itu 14 hari efikasinya sebelum berangkat sudah harus divaksin dengan booster satu di antara empat itu," kata dia.
Usai menjalani karantina, jamaah yang mendapatkan vaksin di luat empat vaksin tersebut harus dinyatakan negatif tes polymerase chain reaction (PCR). "Kalau hasilnya negatif, (jemaah) bisa langsung umrah dan sebaliknya," pungkas Yaqut.
Reporter: Delvira HSumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya