Menag Jelaskan Soal Tak Ajak Mitra Komisi VIII DPR Saat Turun Ke Lapangan
Merdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merespons anggota Komisi VIII DPR Sri Wulan yang tidak dilibatkan saat dirinya turun ke lapangan. Yaqut menjelaskan bahwa dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak), bukan kunjungan kerja terjadwal.
Wulan sebelumnya merasa tidak dianggap ketika Yaqut melakukan kunjungan ke dapilnya di daerah Jawa Tengah yakni Pati, Grobogan dan Rembang.
"Jadi diingatkan saja, karena kebetulan itu juga sidak bukan kunjungan yang terencana, jadi saya karena sepanjang tahun ini saya belum ketemu orang tua saya, saya mampir orang tua terus sudah sekalian, masa ke Rembang cuma ketemu orang tua aja seperti apa gitu Yaudahlah sidak aja, sebenarnya sidak aja, jadi tidak terjadwal, kalau terjadwal saya pasti lapornya ke Mba Wulan itu," kata Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Kamis (2/9).
Yaqut mengaku tidak ingat betul terkait kegiatannya saat di lapangan. Dia tak bermaksud tidak mengajak mitra komisi VIII DPR saat kunker.
"Kemudian soal kunjungan ke Pati, ke Rembang gak ajak ajak mungkin begini bu, kapasitas hardware saya nih gaj cukup kira kira, jadi kalau harus menyimpan banyak memori ya namanya manusia terbatas," ucapnya.
Yaqut lalu meminta Wulan menghubunginya jika ingin kunker bersama ke lapangan. Ia khawatir dirinya lupa mengabarkan.
"Kalau Bu Wulan tau gak ada salahnya kalau Bu Wulan yang telpon saya atau Wa, gak harus saya yang ngasih tau Bu Wulan, memang problem waktu kejadian itu saya gak ingat karena keterbatasan memori masalahnya, karena kan kita dikasih memori terbatas sama Tuhan, kita minta lebih juga susah sekarang," pungkasnya.
Anggota Komisi VIII Fraksi NasDem, Sri Wulan memprotes Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat melakukan kunjungan kerja. Wulan merasa tidak dianggap ketika Yaqut melakukan kunjungan ke dapilnya di daerah Jawa Tengah.
"Pak Menteri mohon maaf, perkenalkan saya Wulan dari Jateng 3 dapilnya Pati, Grobogan, Rembang. Jadi pas Kemarin ke Rembang rasah ngacir dewe (jangan bergerak sendiri) gitu loh pak, kita mbok dilibatkan," ucapnya saat rapat bersama Yaqut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9).
Wulan meminta Yaqut melibatkan mitra Komisi VIII jika melakukan kunjungan ke lapangan. Dia merasa Yaqut tidak melibatkan anggota DPR di dapil tersebut saat melakukan kunker.
"Karena kita mitra, paling tidak, kan nggak enak banget pas ditanya 'loh tadi tuh ada Pak Menteri di sini, kok nggak ikut serta?' Kan sakitnya tuh di sini pak kalau ditanya seperti itu, jadi jangan sampai begitu, kita bermitra yang baik, membahas semuanya, paling tidak turun ke lapangan juga sama," tuturnya.
Selain itu, Wulan mengaku selama ini tidak memahami terkait program Menag Yaqut saat turun ke lapangan. Dia justru mendapatkan informasi program Kementerian Agama dari masyarakat.
"Jadi contohnya kesehatan sanitasi, halal ponpes, maaf kalau saya salah baca, ruang belajar ponpes, pembangunan asrama ponpes, DOP ponpes, rehabilitasi ponpes, kita tahunya justru dari masyarakat gitu loh, jadi kita heran gimana koordinasi pak menteri dengan jajarannya terus komunikasi dengan kita," ujarnya.
Wulan meminta Yaqut bisa memberikan informasi jika hendak berkunjung ke masyarakat. Sebab, fungsi DPR adalah mengawasi kinerja pemerintah. Ia merasa malu jika anggota DPR tak tahu apa-apa jika ditanya terkait program pemerintah.
"Jadi jangan sampai sudah turun ke lapangan kita nggak ngerti sama sekali, kan nggak lucu, ditanya nggak tahu sama sekali, karena tidak ada informasi dari sini," ujar Wulan.
"Jadi tolong ini juga sudah jadi kesepakatan kita berkali kali dalam rapat, di dalam program maupun apapapun yang turun di lapangan, kita paling tidak menjalankan fungsi kita seabgai monitoring di sana, jangan sampai kita nggak ngerti sama sekali," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya