Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menag Jaga Kerukunan Beragama Lewat FKUB

Menag Jaga Kerukunan Beragama Lewat FKUB Menag Fachrul Razi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Persoalan intoleransi, ekstrimisme dan konflik dalam beragama masih ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan, terus berupaya menjaga kerukunan beragama dengan memperkuat pendataan Forum Kerukunan Beragama (FKUB).

"Saya senang dan mendukung 100 persen upaya-upaya penguatan forum kerukunan umat beragama, termasuk penyediaan data FKUB dengan pangkalan data," ujar Fachrul Razi dalam acara Balitbangdiklat Kemenag bertajuk 'Religious Policy Forum: Moderasi Beragama, Kerukunan Umat Beragama dan FKUB, Selasa (8/12).

Fachrul memastikan, pemerintah dalam hal ini akan memberikan dukungan anggaran kepada pemerintah daerah untuk pengembangan pendataan FKUB.

"Misalnya meniscayakan adanya peta kondisi FKUB," ungkap Fachrul.

Dia berharap, data yang disajikan mengenai FKUB bisa lebih lengkap, sehingga semua pihak dapat mengaksesnya dengan mudah.

"Kerukunan umat beragama sebagai bagian penting kerukunan nasional merupakan tugas bersama umat beragama, pemda dan pemerintah. Termasuk kalangan masyarakat madani (LSM)," ucap Fachrul Razi.

"Karenanya, kolaborasi Balitbang, FKUB, Pangkalan data ini misalnya, sangat saya dukung. Ini eranya kolaborasi untuk kemajuan bersama, kemaslahatan umat dan bangsa," terang dia.

Di sisi lain, Fachrul Razi juga menyatakan, tokoh agama berperan dalam menjaga kerukunan antarumat di tengah tantangan pandemi Covid-19.

"Tokoh agama berperan penting menjaga kerukunan antarumat beragama dengan memberikan arahan didasari dengan iman, yang memberikan motivasi menjaga kerukunan dan mendukung pemerintah memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19," katanya dikutip dari Antara.

Saat ini, katanya, umat beragama di Indonesia menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

"Langkah pencegahan penularan merupakan bagian ikhtiar bersama, yakni ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Ikhtiar lahir berupa pembatasan kegiatan masyarakat, yakni PSBB dan PSBB transisi," katanya.

Semua agama, katanya, mengajarkan hal yang sama bahwa hanya upaya dan doa yang dapat mengubah kehidupan manusia.

Semua pemeluk agama, menurut dia, berhak dan harusnya perpandangan bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling benar dan baik, tetapi sebaliknya setiap pemeluk agama juga harus menghargai pemeluk agama yang lain bahwa mereka punya hak yang sama adalah agama yang paling benar dan baik.

"Saya sangat menghargai langkah kerukunan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat kota Ambon, dimana Maluku saya bisa katakan menjadi tempat belajar kerukunan bangsa, " ujarnya.

Ditambahkannya, seiring perkembangan, penyebaran umat manusia agama juga turut berkembang.

Di tengah keberagaman agama yang luar biasa di Indonesia, katanya, merupakan bagian dari nikmat Tuhan kepada indonesia,

"Alhamdulillah Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu teguh dan terus maju, tentu tidak mudah karena dibutuhkan kerja sama untuk menjaga kerukunan, karena semua agama selalu mengajarkan kehidupan adil, dan saling menghormati perbedaan, " kata Menteri Agama.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP