Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menag: Haji prosesi keagamaan terbesar sepanjang sejarah manusia

Menag: Haji prosesi keagamaan terbesar sepanjang sejarah manusia Menteri Agama kunjungi tenda jemaah haji Indonesia. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

Merdeka.com - Sebagai rangkaian dari pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah, siang ini berlangsung khutbah wukuf yang dibacakan oleh Naib Amirul Hajj KH Miftahul Ahyar yang juga Rois Aam PBNU. Namun sebelum dibacakan khotbah wukuf, diawali dengan sambutan oleh Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam sambutan tertulisnya, Lukman mengatakan, haji merupakan syiar Islam terbesar. Tidak ada peristiwa yang menandingi ibadah haji yang menghimpun jutaan umat manusia dari berbagai suku bangsa dan negara di seluruh dunia untuk hadir dan berkumpul secara serentak di tempat yang sama dalam waktu bersamaan.

"Haji merupakan prosesi keagamaan terbesar sepanjang sejarah kemanusiaan sejak dari masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang," ujar Lukman di hadapan jemaah haji Indonesia, Minggu (11/9) siang.

Saat ini, kata Lukman, seluruh jemaah haji memakai pakaian ihram berwarna putih yang melambangkan suci. Semua jemaah haji melepaskan predikat identitas pribadi, menanggalkan status sosial dan segala atribut artifisial yang seringkali menjadi sumber keangkuhan dan kesombongan diri.

Suasana wukuf di Arafah menggambarkan Padang Mahsyar yang akan dihadapi seluruh umat manusia dalam skala mini. Hari 'ketika mulut telah dikunci, tapi tangan dan kaki yang nanti bersaksi, di depan Pengadilan Ilahi tentang amal baik dan amal buruk selama hidup di dunia yang fana ini'. (QS Yasin:65).

Inti manasik haji sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW menurut Lukman adalah ibadah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, 'al-hajju al- arafah'. Wukuf dalam arti berdiam di tanah Arafah yang sekarang saat ini dilakukan, merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Semua jemaah haji, termasuk yang sedang mengalami gangguan kesehatan, diharuskan hadir di Arafah dengan bantuan dan pelayanan khusus dari PPIH.

Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, imbuhnya, akan dicapai apabila standar pembinaan, pelayanan dan perlindungan jemaah haji dapat diwujudkan dengan baik. Untuk itu, penyelenggaraan haji dipersiapkan sejak di Tanah Air, selama dalam perjalanan, selama di Tanah Suci hingga kembali ke asal tempat tinggal para jemaah.

Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji dapat diperoleh bila seluruh jemaah haji dapat merasakan manfaat langsung pelayanan yang diberikan oleh petugas haji, sehingga mereka dapat menunaikan rangkaian ibadah haji dengan baik.

"Saya selaku Amirul Hajj dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak di dalam negeri, baik jajaran kementerian dan lembaga di lembaga eksekutif, pimpinan dan anggota DPR RI dan DPD RI di jajaran legislatif, BPK, TNI, Polri, dan lembaga negara lainnya, serta Pemerintah Arab Saudi, atas dukungan dan kerjasamanya dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," kata Lukman.

"Penghargaan dan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh petugas haji (Petugas Kloter dan PPIH Arab Saudi) yang telah bekerja maksimal melayani tamu-tamu Allah. Saya minta semangat dan pengabdian saudara-saudara tidak akan pernah surut, tapi terus dipertahankan sampai akhir masa operasional penyelenggaraan ibadah haji. Saya yakin kerja keras dan pelayanan kita kepada para tamu Allah (dhuyufurrahman) mengantarkan keberkahan tersendiri untuk diri, keluarga dan bangsa kita," imbuh Menteri Agama.

Segala upaya para petugas pelayan haji hanya bisa sukses jika diimbangi komitmen para jemaah. Sebab itulah, lukman mengingatkan, Hendaklah jemaah haji mengikuti arahan petugas/pemerintah. Janganlah sebagian jemaah mengeluarkan pendapat yang membuat jemaah lain ragu dalam ibadahnya. Jemaah hendaklah tidak was-was karena sejatinya agama Islam itu mudah dan tidak membebani. Hal ini sebagaimana ditegaskan firman Allah SWT, QS. Al Hajj: 78.

Selain keberhasilan dalam penyelenggaraan ibadah haji yang terlihat dan dirasakan secara kasat mata, Lukman berharap, seluruh jemaah haji meraih haji mabrur. Kemabruran haji dapat dilihat dari dua dimensi yaitu hablum minallah dan hablum minannas. Dalam konteks hablum minallah, kemabruran haji tercermin dari meningkatnya keimanan, ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Sedang dalam konteks hablum minannas, kemabruran haji tercermin dari semakin meningkatnya keshalehan sosial.

"Kemabruran haji sangat tergantung dari perilaku individu dalam mengamalkan dan menebar kebenaran, kebaikan, dan kedamaian dalam kehidupan sosial. Karena itu, sekembali dari Tanah Suci, janganlah berbangga telah menyandang gelar haji mabrur atau ibadah kita telah tuntas. Sebaliknya, kita harus sadar untuk mengamalkan nilai dan makna ibadah haji yang telah ditunaikan," harap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP