Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Memburu Ius Pane, penjahat sadis kasus Pulomas

Memburu Ius Pane, penjahat sadis kasus Pulomas Marihot Sitorus DPO Pulomas. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga orang pelaku perampokan dan pembunuhan dengan cara penyekapan di rumah Ir Dodi Triono, di Pulomas Utara, Jakarta Timur ditangkap Rabu (28/12) kemarin. Penangkapan dua pelaku dilakukan setelah Tim Jatanras Mapolda Metro Jaya bersama Polresta Bekasi dan Depok, melakukan penyergapan di sebuah kontrakan di kawasan Jl Kolong, Tambun, Bekasi.

Sedangkan seorang lainnya ditangkap terpisah pada Rabu malam. Saat dua orang yang ditangkap di Bekasi, polisi sempat melepaskan tembakan karena mereka melakukan perlawanan. Bahkan satu dari dua yang ditembak kehabisan darah hingga tewas.

Tiga yang sudah diamankan adalah Ramlan Sibutar-butar (tewas), Erwin Situmorang dan Alvin Sinaga yang tengah dirawat di RS Polri.

Polisi masih memburu seorang lagi yang sudah ditetapkan sebagai DPO. Pria itu bernama Ridwan Sitorus alias Ius Pane, alias Marihot Sitorus (45).

"Peran Ius Pane dominan kedua setelah kapten, setelah Ramlan. Jadi dia yang menyeret saudari Diona, itu kelihatan dan pembantu lihat dia seret dari atas ke bawah," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Iriawan.

Iriawan menambahkan, Ius Pane saat masih membawa pistol. "Hari ini tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur sedang mengejar Ius Pane. Di mana keterangan dari pelaku yang lain yang bersangkutan masih membawa senjata api yang dibawa waktu itu aksi di Pulomas," ujar Iriawan.

Polda Sumut pun ikut memantau dan memburu keberadaan Ius Pane. Terlebih pria itu diketahui lahir dan berasal dari Medan.

Koordinasi pun sudah dijalin antara Polda Metro Jaya dengan Polda Sumut untuk mencari Ius Pane. "Ada kerja sama antara Polda Metro Jaya dengan Polda Sumut (untuk mencari dan menangkap Ridwan)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Polda Metro Jaya sudah menyebarkan gambar DPO Ridwan. Ciri-cirinya berkulit sawo matang, memiliki bekas luka di bagian pipi, dan bentuk wajah persegi.

"Kalau namanya sudah DPO, pasti di seluruh Polda ikut memonitor dan menangkap kalau ada di wilayahnya, termasuk Sumut," sambung Rina.

Sementara itu, Abner Sitorus, kerabat Ramlan menyarankan Ius Pane agar menyerahkan diri pada polisi. Menurutnya, itu lebih baik daripada didor polisi.

"Lebih baik menyerahkan diri. Daripada bernasib sama seperti Ramlan," kata Sitorus.

Menurutnya, tindakan Ius Pane melarikan diri bukan solusi tepat. Sebab, polisi pasti bisa menangkap buronan. "Daripada ditembak lebih baik menyerahkan diri," ucapnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP