Membangkitkan Kembali Sejarah Kejayaan Gedung Sarinah di Malang
Merdeka.com - Gedung Sarinah Malang awalnya diperuntukkan sebagai rumah Bupati Malang pertama, Raden Tumenggung Notodiningrat (1820-1839). Saat dikuasai Belanda, gedung tersebut berfungsi sebagai Gedung Society Concordia atau Gedung Rakyat.
Gedung legendaris itu menjadi tempat pertemuan, berdansa, menonton aneka pertunjukan dan makan malam. Gedung yang berada di Jalan Merdeka Utara menjadi saksi sejarah mulai zaman kolonial hingga zaman perjuangan.
Gedung yang kini menjadi kawasan pertokoan pernah menjadi tempat digelarnya Kongres Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 25 Februari – 5 Maret 1947. KNIP merupakan cikal bakal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Saat itu, para tokoh nasional hadir. Mulai dari Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Edward Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Soetomo hingga Jenderal Soedirman dan Bung Tomo (Soetomo).
Wali Kota Malang Sutiaji menginginkan kejayaan Gedung Sarinah diperkuat kembali dalam satu konsep kesatuan jejak heritage melalui konsep Malang City Heritage.
"Memotret itu semua maka sayang bila itu kita abaikan. Terlebih pada satu kawasan tersebut juga ada gedung gedung bernilai heritage juga, seperti Gedung Bank Indonesia, Kantor Kas dan Perbendaharaan Negara, Kantor Pos, Hotel Pelangi, Bank Mandiri, Masjid Agung Jami, Gereja hingga Toko Oen," kata Walikota Malang, Sutiaji di Balaikota Malang, Kamis (15/11).

Sutiaji menuturkan, jejak sejarah sepanjang koridor Jalan Basuki Rahmat yang lebih populer dengan nama Kayutangan hingga Jalan Merdeka, menjadi salah satu fokus garapannya untuk diperkuat kembali.
"Koridor ini mempunyai jejak heritage dan nilai nostalgia yang kuat," tuturnya.
Sutiaji mengaku telah bertemu dengan Pimpinan dan Manajemen PT. Sarinah di Jakarta. Kendati masih proses awal, namun sepakat untuk menghidupkan dan menjaga gedung penuh sejarah tersebut.
"Ngobrol punya ngobrol kita memiliki kesamaan visi dalam menguri-uri Gedung Sarinah melalui rencana redevelop gedung Sarinah seperti pada eranya dulu," tuturnya.
Pemerintah Kota Malang merasa perlu memberi nilai akan pentingnya jejak sejarah, aspek keselarasan dengan kawasan sekitar, misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang harus diusung Sarinah dan proses teknis lain.

"Prinsipnya saya semisi dengan apa yang ditawarkan Manajemen PT. Sarinah," tegasnya.
Presiden Direktur Sarinah, GNP Sugiarta Yasa menambahkan ide untuk menghidupkan kembali nilai kesejarahan Sarinah Malang telah menjadi diskusi panjang manajemen. Keinginan itupun disambut baik dengan keselarasan konsep heritage Kota Malang.
"Semakin kuat saat kami mencermati dan memperhatikan dalam berbagai informasi, Walikota Malang Bapak Sutiaji berkomitmen membangun Malang Kota Heritage," ujar Sugiarta Yasa.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya