Melihat kembali kerukunan umat beragama di Indonesia

Reporter : Iqbal Fadil | Sabtu, 8 September 2012 08:30




Melihat kembali kerukunan umat beragama di Indonesia
lintas agama. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dengan keberagamannya, Indonesia selalu menjadi acuan bagi berbagai pihak terutama negara-negara lain untuk mempelajari dinamika hubungan antarumat beragama. Kerukunan antarpemeluk beragama di Indonesia menjadi salah satu rujukan bagi para ilmuwan atau ahli. Sayangnya, kini banyak kasus kekerasan yang terjadi dengan berlatar belakang masalah agama.

Penyegelan Gereja Yasmin oleh wali kota Bogor misalnya. Larangan beribadah bagi jemaat gereja menimbulkan konflik horizontal. Saban pekan kejadian yang sama selalu berulang. Jemaat yang kukuh beribadah di areal gereja diusir warga. Belum ada solusi atas kasus tersebut hingga kini. Kisah serupa juga terjadi pada jemaat gereja HKBP di Ciketing Bekasi yang diserang oleh warga karena menolak ada rumah ibadah agama lain di lingkungannya.

Contoh lain di Sampang, Madura. Ini bukan konflik antarumat beragama, tapi sesama umat dalam satu agama. Disebut-sebut berlatar belakang karena persoalan keluarga, warga penganut Syiah diserang oleh mayoritas Sunni karena menuding mereka sesat. Demikian juga dengan tragedi Cikeusik, Pandeglang ketika penganut Ahmadiyah diserang bahkan oleh sesama muslim karena sekali lagi dituduh sesat.

Masih banyak kejadian-kejadian kekerasan berlatar belakang intoleransi antarumat beragama yang terus terjadi. Padahal, sejarah panjang kehidupan beragama di Indonesia diwarnai dengan cerita-cerita betapa harmonisnya hubungan antarumat beragama. Seperti kisah bagaimana golongan Islam yang mengakomodasi permintaan kalangan nasionalis yang meminta penghapusan tujuh kata dalam pembukaan UUD 1945 yang merupakan bagian dari Piagam Jakarta.

Di Jakarta misalnya, Masjid Istiqlal sebagai simbol masjid utama umat Islam Indonesia letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral. Di berbagai daerah banyak juga contoh-contoh seperti ini yang menggambarkan masih eksisnya kerukunan antarumat beragama.

Mari kita sama-sama kembali melihat bagaimana kehidupan antarumat beragama di lingkungan sekitar kita. Tujuannya agar sikap-sikap intoleransi tidak terus dikembangkan dan menjadi berubah aksi kekerasan.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Revolusi Mental harus didukung, jangan sampai Jokowi kesepian
  • Cara Amri kabur dari penjara, 3 hari lubangi tembok pakai sendok
  • Berantas daerah kumuh, pemerintahan Jokowi siapkan dana Rp 384 T
  • Facebook blokir laman pengkritik Vladimir Putin
  • Operator dan produsen kereta api di Indonesia perlu diperbanyak
  • Gunung Gamalama di Ternate meletus lagi pukul 17.30 WIT
  • Wapres JK: Penghilangan Premium baru sebatas usulan
  • 6 Hal yang harus ada dalam tas wanita
  • +1IBU kembali, ayo tinggalkan jejaring sosial sejenak untuk Ibu!
  • Diterjang ombak, wisatawan tewas di jembatan cinta Pulau Tidung
  • SHOW MORE