Melawan, pelaku curanmor berkedok Marinir ditembak mati polisi
Merdeka.com - Ibnu Raditya Afandi (29) tewas setelah timah panas menerjang tubuhnya. Marinir gadungan ini didor lantaran melawan saat hendak disergap personel Ditreskrimum Polda Jabar.
Dari identitasnya saat ditangkap Ibnu yang terlibat sindikat pencurian sepeda motor ini mengantongi Kartu Tanda Prajurit palsu TNI AL alias marinir gadungan.
Penyergapan itu dilakukan aparat di kediaman Ibnu di kawasan Gunungbatu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (15/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
"Sewaktu hendak ditangkap, tersangka ini justru melakukan perlawanan dengan cara menembakkan senjata rakitannya kepada petugas," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Rabu (16/3).
Bahkan letupan dimuntahkan tersangka, beruntung tidak mengenai aparat yang menggerebeknya. Lantaran membahayakan, polisi kemudian mengambil tindakan tegas.
"Tersangka dilumpuhkan sehingga meninggal dunia," ungkapnya.
Polisi menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, tiga kunci astag, satu senpi rakitan jenis revolver dan enam butir peluru. Selain itu, polisi menemukan Kartu Tanda Prajurit TNI AL berpangkat Serka Marinir dan SIM C yang dikantongi Ibnu.
Kepolisian, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan POM AL dan Kogartap II/Bandung. Dapat dipastikan bahwa identitas tersebut palsu.
Lanjut dia, tersangka ini memang merupakan incaran kepolisian yang kerap beraksi melancarkan aksi pencurian sepeda motor. Polisi sebelumnya sudah mengamankan delapan tersangka yang merupakan satu komplotan. Seluruh tersangka kini meringkuk di sel tahanan Polda Jabar.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya