Merdeka.com tersedia di Google Play


Mei 98, semangat jatuhkan Soeharto dari mahasiswa Bandung

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Minggu, 12 Mei 2013 20:02


Mei 98, semangat jatuhkan Soeharto dari mahasiswa Bandung
Kerusuhan Mei 1998. ©REUTERS

Merdeka.com - Jelang akhir abad ke-19 Asia diterpa krisis global yang berdampak pada jatuhnya perekonomian Indonesia. Masyarakat tidak puas pada kepemimpinan mantan Presiden Soeharto hingga terjadinya demonstrasi besar-besaran. Tujuannya satu, Soeharto lengser dari jabatannya.

Pergantian kepemimpinan nasional merupakan solusi bagi krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat. Berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah menyeret nama Soeharto agar lengser dari Singasana.

Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Solo dan kota besar lainnya menginginkan agar rezim Orde Baru yang sudah berkuasa selama 32 tahun jatuh.

Sebagai pusat pemerintahan di Indonesia, aksi besar-besaran terjadi di Jakarta. Bahkan menyebabkan kerusuhan yang juga menyebabkan tragedi 'Trisakti' di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.

Selain amuk masa, aksi jarah toko dan perusahaan. Di Jakarta dan Surakarta, dikabarkan ratusan wanita keturunan Tionghoa diperkosa dan dilecehkan seksual.

Bandung, sebagai kota pendidikan tak jarang melahirkan gagasan-gagasan sebagai bentuk kritis kepada pemerintahan yang ada. Diskusi yang ada merumuskan agenda reformasi untuk dibawa ke Jakarta.

Namun Bandung dalam bentuk fisik tak separah yang dibayangkan pada tragedi kelam sejarah buruk di Indonesia.

Salah satu aktivis 1998, Muradi mengaku pergerakan itu ada. Bahkan isu pelengseran itu berasal dari Bandung. Analisis negara berada kubangan krisis ekonomi, mahasiswa Bandung membaca situasi tersebut. Indonesia gawat. Mahasiswa harus bergerak.

"Kita sekitar November 1997 sepakat untuk mengorganisir kampus-kampus yang ada," kata Muradi saat berbincang dengan merdeka.com.

Dari situ lah, Beberapa universitas yang memiliki tradisi pergerakan mahasiswa di Bandung mulai menggeliat. Ada Universitas Padjadjaran, ITB, Universitas Parahyangan (Unpar), Universitas Islam Bandung (Unisba), IAIN Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Pasundan (Unpas).

"Kami saat itu membentuk Forum Mahasiswa Bandung (FMB). Forum ini sepakat dengan pergantian kepemimpinan bangsa," ucap Muradi yang merupakan koordinator FMB saat itu.

Sejak itu, dari hari kehari selalu diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan di kampus-kampus. Konsolidasi dilakukan membentuk satu kekuatan Mahasiswa bersatu menuntut reformasi.

"Kita terus mengorganisir dari yang semula 20 menjadi 30, sampai pada akhirnya Maret - April (1998) kita konsisten memiliki massa di atas 500," jelasnya.

Bahkan pemblokiran jalan pernah dilakukan di sekitar Jalan Jatinangor yang memutuskan jalur utara pulau Jawa. Aksi terus dilakukan secara konsisten hingga pada akhirnya 12 Mei merupakan puncak aksi. 60 kampus lebih telah terorganisir melalui FMB ini.

FMB niscaya organisasi gurita, karena tuntutan reformasi telah benar-benar disambut dan didukung oleh masyarakat secara luas. Posko terbentuk di setiap kampusnya.

Namun posko gabungan bagi elemen-elemen dan kampus untuk dapat berkoordinasi ditentukan di Unpad dengan perhitungan dekat dengan kantor Gubernur, kantor DPRD Jawa Barat, dan Lapangan Gasibu.

FMB yang sudah terbentuk saat itu pernah ditawari untuk bergerak ke Jakarta untuk bersatu berkonsentrasi menjatuhkan Soeharto di Senayan. "Kami berpikir bahwa jika kami berangkat dikhawatirkan Bandung rusuh, kami putuskan untuk tidak berangkat," ungkapnya.

Namun tak semua sepakat, sekitar 10 bus memutuskan untuk berangkat.

"Kalau kami yang memutuskan tidak berangkat agar Bandung tidak terjadi kericuhan," bebernya. Saat itu Mahasiswa yang ada membentuk satu komitmen dengan slogan Anak Bandung Cinta Damai (ABCD).

Slogan itu mereka usung dalam aksi besar-besaran yang terjadi di kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat atau Gedung Sate. "50 ribu massa dari berbagai elemen kita beraksi di Gedung Sate, lapang Gasibu dan DPRD Jabat," katanya.

Riak-riak kisruh, kata dia ada, namun dampak kericuhan dapat diminimalisir. Semua yang berkumpul menyuarakan anti orde baru dengan cara yang damai. "Karena tidak ada sejarahnya Bandung rusuh, kita ingin meneruskan sejarah Bandung yang tidak pernah rusuh, kita tetap menjaga kondusifitas Bandung," terangnya.

Genosida terhadap orang Tionghoa di Bandung menurutnya dapat dibantahkan. Pemerkosaan atau penjarahan yang terjadi di Jalan ABC Bandung yang dihuni kebanyakan etnis Tionghoa itu hanyalah rumor.

"Tidak ada pengrusakan sama sekali," paparnya.

Pergerakan itu ternyata tak sia-sia. Pergerakan Mahasiswa ampuh melumpuhkan rezim penguasa selama 32 tahun lamanya. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Wakil Presiden BJ Habibie menjadi presiden baru Indonesia.

[tyo]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kerusuhan Mei, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kerusuhan Mei.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • 88 Korban kapal tenggelam di Flores ditemukan
  • Politikus sayap kiri Mesir maju dalam pemilihan presiden
  • Nama-nama bakal cawapres Jokowi sudah ada di tangan Mega
  • Pemprov DKI targetkan 60 persen penduduk gunakan angkutan umum
  • Kim Hyun Joong akui tahun lalu diam-diam pacaran
  • Alumni ITB akan buat petisi penolakan Prabowo
  • Beredar SMS Suryadharma Ali sebut rapimnas PPP liar
  • 51 TPS di Jawa Tengah lakukan pemungutan suara ulang
  • Polisi: 25 Orang terlibat bom molotov tempat Karaoke di Solo
  • Bos Pelindo bantah Mitsui kabur dari proyek Kalibaru
  • SHOW MORE