Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Megawati sebut Revolusi Mental bukan hal baru

Megawati sebut Revolusi Mental bukan hal baru Megawati dan Jokowi usai rakernas. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri menyatakan, Revolusi Pancasila merupakan revolusi kemanusiaan yang bersifat multidimensional dan cakupannya sangatlah luas. Menurut Mega, Bung Karno menegaskan watak revolusi ini yang bersifat multikompleks.

Menurut Megawati, sifat multikompleks Revolusi Pancasila itu setidaknya mengandung lima dimensi revolusi yaitu revolusi nasional, revolusi politik, revolusi ekonomi, revolusi sosial, dan revolusi mental budaya. Kelima muka revolusi itu harus berjalan secara simultan dalam rangka menjebol sisa-sisa struktur sosial lama, seraya membangun landasan untuk masyarakat baru.

"Dari lima dimensi revolusi tersebut, izinkan saya dalam kesempatan kali ini hanya akan menguraikan hal-hal yang terkait dengan persoalan revolusi mental. Revolusi mental bukanlah hal yang baru," kata Megawati saat pidato dalam acara bedah buku di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10).

Megawati menambahkan, dalam amanat Presiden pada Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1956, Indonesia berada pada taraf investment. Yaitu taraf menanamkan modal-modal dalam arti yang seluas-luasnya, investment of human skill, material investment, dan mental investment.

"Betapa pentingnya revolusi mental ini. Tanpa kekayaan mental, upaya-upaya pemupukan keterampilan dan material hanya akan melanggengkan perbudakan. Bung Karno mengatakan, lebih baik kita membuka hutan dan menggaruk tanah dengan kesepuluh jari dan kuku kita ini, daripada menjual serambut pun daripada kemerdekaan kita ini untuk dolar, untuk rubel," jelas Megawati mengutip Bung Karno.

"Itulah sebabnya, mengapa Bung Karno sangat menekankan program nation and character building. Dalam pandangan beliau, Indonesia adalah bangsa besar, namun seringkali memberi nilai terlalu rendah pada bangsanya, alias bermental kecil. Bangsa Indonesia juga belum bisa terbebas dari mentalitas kaum terjajah, sehingga sering dihinggapi perasaan rendah diri," sambungnya.

Atas mentalitas terjajah inilah, tegas Megawati, maka Bung Karno menyerukan pentingnya revolusi mental sebagai gerakan hidup baru. Gerakan ini bertujuan untuk melaksanakan revolusi mental sebagai cara membangun masyarakat yang dicita-citakan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Sedangkan isi dari gerakan hidup baru adalah perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan. Peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik. Singkat kata, Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala," jelas Megawati.

"Dengan cara pandang Pancasila pada watak revolusionernya, saya percaya, bahwa keseluruhan gagasan dalam buku ini semakin memperkuat program revolusi mental yang dicanangkan kembali oleh Presiden Joko Widodo," tutupnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP