Megawati Perintahkan Kader PDIP Bantu Korban Banjir di Luwu Utara
Merdeka.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan kadernya untuk membantu korban banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Banjir tersebut melanda sejumlah daerah di Luwu Utara pada Senin (13/7).
"Rakyat tidak boleh menjadi korban. Ketua Umum PDI Perjuangan telah menginstruksikan seluruh kader Partai di Sulsel untuk bergotong royong. Prioritaskan bantuan untuk ibu-ibu dan anak-anak Balita, dapur umum disiagakan. Bantu rakyat tanpa membeda-bedakan pilihan politiknya," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dilansir Antara, Kamis (16/7).
Hasto meyakini Presiden Joko Widodo dan Mensos Juliari Batubara juga akan segera turun mengirimkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang.
"Ini bencana alam yang dahsyat dan kami percaya Presiden Jokowi dan Mensos Ari Batubara akan bertindak cepat membantu rakyat. Ketua DPP Bidang Sosial dan Bencana Alam Ribka Ciptaning dan Wasekjen Kerakyatan Sadar Restu telah melakukan langkah koordinasi dan siap melakukan mobilisasi tim Baguna Pusat," ujar dia.
Dia berpendapat bencana yang terjadi semakin menyadarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan. Pelarangan penebangan hutan bersifat wajib, demikian pula kegiatan pertambangan harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
"Berdasarkan laporan Baguna Sulsel, tanah longsor di Luwu Utara akibat pembalakan liar. Untuk itu aparat kepolisian harus bertindak tegas," ucap Hasto.
PDIP juga bergerak menerjunkan Tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) untuk membantu korban banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Tim tersebut telah dilatih oleh beberapa lembaga seperti Basarnas, BNPB hingga BMKG untuk misi-misi kemanusiaan.
"PDI Perjuangan sejak tahun 2010 telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Seluruh tim sudah dilatih Basarnas dan BNPB serta BMKG. Melalui Baguna seluruh gerak kemanusiaan Partai dikedepankan. Sebab politik itu membumi dan menyatu dengan seluruh kehidupan rakyat," tutup dia.
Kemensos Salurkan Bantuan Sosial Rp1,97 M
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan termasuk santunan ahli waris bagi korban banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp1,97 miliar.
"Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp15 juta. Data sementara korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 23 orang," kata Mensos Juliari P Batubara dalam keterangan tertulis.
Agar proses penyaluran santunan bisa segera dilakukan, Juliari meminta pemerintah daerah secepatnya mendata, memverifikasi dan melakukan validasi ahli waris.
Santunan tersebut rencananya akan disalurkan langsung oleh Mensos Juliari pada Jumat (17/7). Selain memberikan santunan, Kemensos juga memberikan bantuan berupa logistik dan makanan kepada para pengungsi.
Banjir Memakan Korban Jiwa
Sementara itu, banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Luwu Utara di Sulawesi Selatan tercatat telah menyebabkan 24 orang meninggal dunia dan 69 orang hilang, menurut data terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
"Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang. Dari data yang ada, 69 orang yang hilang, kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang," kata Kepala BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar.
banjir melanda Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat di Kabupaten Luwu Utara.
Banjir di wilayah itu menyebabkan 4.930 rumah terendam, 10 rumah hanyut, 213 rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, satu Kantor Koramil 1403-11 terendam air dan lumpur, jembatan antar desa terputus, dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur.
Menurut data BPBD, banjir memaksa 156 kepala keluarga yang terdiri atas 655 orang mengungsi dan berdampak pada 4.202 keluarga yang terdiri atas 15.994 orang.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya