Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Megawati Ajak Milenial Datang ke TMP untuk Merenungkan Pengorbanan Pahlawan

Megawati Ajak Milenial Datang ke TMP untuk Merenungkan Pengorbanan Pahlawan Megawati. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menginginkan anak muda mengilhami pengorbanan para pahlawan. Dia mengajak anak muda merenungkan keberadaan makam tanpa nama di Taman Makam Pahlawan di daerah masing-masing.

Megawati mengungkit kembali polemik milenial yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Megawati meminta kepada Jokowi supaya milenial tidak dimanjakan dan harus dipertanyakan baktinya kepada negeri.

"Karena menurut saya, kalau kita berpikiran jernih, (pernyataan saya) itu adalah hal yang sangat memacu, menanyakan pada para generasi muda bangsa saat ini. (Berefleksi sendiri) Apa sebenarnya yang saya telah lakukan, bukan buat diri sendiri, tetapi bagi negeri," kata Megawati di hadapan civitas akademika dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11).

Megawati bercerita telah berkeliling hampir seluruh wilayah di Indonesia. Di setiap kota dipastikan ada taman makam pahlawan. Menurutnya, anak muda juga itu perlu datang ke TMP. Di sana mereka akan melihat bahwa banyak makam pahlawan yang tak bernama alias anonim.

"Saya selalu mengingatkan ada mereka yang jadi pahlawan itu anonim, tidak diketahui siapa dia. Apa artinya? Artinya karena pada waktu itu dia menyerahkan jiwa raganya bagi negara kita Republik Indonesia ini," ujar Megawati.

Megawati mengatakan, milenial jika ingin perubahan lebih baik menumbuhkan semangat kebangsaan. Anak muda harus memiliki pengertian yang benar, hakekat, mengenai Pancasila dan peneguhan kebangsaan.

Bagi Megawati, anak-anak muda saat ini tidak susah untuk menggali informasi tersebut. Sebab kemudahan teknologi yang ada saat ini.

"Bagaimana mereka anak muda ini tentu sebenarnya telah diberi kemudahan dengan teknologi sekarang. Kita bisa melihat dengan YouTube, Google. Apa saja sekiranya yang kita inginkan. Tapi dapatkah mereka merasakan di dalam hatinya sebenarnya apa api perjuangan itu? Bagaimana menggelorakan semangat itu? Bukan hanya dengan pikiran dan bacaan, tetapi tidak masuk ke dalam dada kita," jelasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP