Mau digusur, warga sebut komplek Zeni Mampang bukan rumah dinas
Merdeka.com - Warga Kompleks Zeni TNI AD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mengklaim rumah yang diduduki selama puluhan tahun merupakan rumah sendiri dan bukan rumah dinas. Tanah di komplek Zeni itu dibeli dari hasil patungan.
"Rumah-rumah itu merupakan hasil jerih payah ayah-ayah mereka (pahlawan) yang telah meninggal," kata perwakilan keluarga dari Kompleks Zeni, Santo di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/12) dikutip dari Antara.
Santo juga menegaskan, selama ini tidak ada solusi dari pihak Kodam Jaya terkait rencana penggusuran tersebut.
"Masalah kompensasi hanya akal-akalan saja dari mereka. Semua usaha sudah kami lakukan, makanya hari ini kita melawan," kata Santo.
Warga Kompleks Zeni mengancam membongkar makam keluarganya di TMP Kalibata terkait penggusuran yang akan dilakukan pihak Kodam Jaya.
"Sesuai dengan informasi A1 yang kami peroleh, Kodam Jaya akan tetap melakukan eksekusi dan kami hari ini akan memindahkam makam keluarga kami ke Tempat Pemakaman Umum (TPU)," kata Santo.
Menurut Santo, nantinya ada 71 rumah yang akan dibongkar di Kompleks Zeni Mampang.
"Yang sudah saya dengar ada 2.500 pasukan dari Kodam Jaya dan 80 truk yang dipersiapkan untuk mengeksekusi rumah," kata Santo.
Ia menjelaskan bahwa makam keluarga yang akan dibongkar merupakan makam dari pahlawan-pehlawan dari berbagai perang untuk mempertahankan Indonesia.
"Ada veteran gerilya 45, veteran seroja (Timor Timur), veteran Perang 10 November," ucap Santo.
Menurut Santo, makam-makam pahlawan yang rencananya akan dibongkar antara lain Letda Dardji, Peltu Harsoni, Kapten Soenarto, Kapten Wagimin, dan Lettu Tukul Prayitno.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya