Mati-matian demi lulus ujian
Merdeka.com - Sudah sebulan ini Ica (18) pulang ke rumah lebih sore dari biasanya. Siswi MA Al-Imaroh Bekasi ini harus menambah jam belajarnya. Sebab mulai Senin (4/4) hingga Rabu (6/4), dia dan seluruh siswa-siswi kelas 3 SMA sederajat, harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT).
"Iya ikut bimbingan belajar sejak bulan Februari," ujar Ica saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (1/4).
Sesampainya di rumah bukan berarti kewajiban belajarnya selesai. Setelah istirahat sejenak, mandi lalu dilanjutkan makan malam, Ica harus kembali membuka lembaran buku pelajaran di kamarnya. Pintu kamarnya ditutup rapat agar konsentrasi penuh pada materi pelajaran. Meski akhir-akhir ini Ica harus belajar lebih keras dari biasanya, orangtuanya tetap mengingatkan untuk menjaga kesehatan.
"Paling utama kesehatan karena kalau badan kurang sehat pasti pelajaran enggak masuk. Doa dan ridho orangtua itu yang terpenting," katanya.
Tidak hanya Ica, Rolibi juga harus berjuang mati-matian mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional. Akhir-akhir ini dia mengaku tidak banyak menghabiskan waktu untuk bermain atau nongkrong dengan teman sebayanya. Karena cemas menghadapi ujian nasional, dia memilih lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan bergelut dengan buku pelajaran.
Menjelang ujian akhir yang akan mengantarnya ke gerbang pendidikan tinggi, siswa SMK 4 Garut ini tidak bisa lagi mengandalkan sistem kebut semalam atau lebih dikenal dengan sebutan SKS. Dia mengaku, harus mempersiapkan diri lebih matang. Dia rela melakoni berbagai metode belajar.
"Ikutan les tambahan dari sekolah, belajar kelompok di rumah sama teman," ujar dia.
Orangtua juga dibuat sibuk jelang ujian akhir yang akan dilakoni anaknya. Nunung dan suaminya sengaja memberikan perhatian lebih dari biasanya. Tak tanggung-tanggung, usai adzan subuh berkumandang, Nunung sudah mendampingi anaknya belajar. Bahkan suaminya ikut mengajarkan mata pelajaran matematika kepada anaknya.
"Iya belajar bareng. Apalagi dia kan matematika agak lemah, jadi dibantu sama bapaknya. Pagi-pagi belajar matematika biar otaknya lebih encer," tutur dia.
Nunung dan sang suami melihat, belajar di rumah saja belum cukup untuk anaknya dalam menghadapi ujian nasional. Anaknya harus ikut pelajaran tambahan di sekolah. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya