Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Materi hina Pancasila ada di sekolah bahasa Angkatan Darat Australia

Materi hina Pancasila ada di sekolah bahasa Angkatan Darat Australia Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah melakukan komunikasi dengan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne terkait dugaan penghinaan Pancasila yang menyebabkan penghentian sementara kerjasama militer Indonesia dan Australia. Dalam pembicaraan Ryamizard menyampaikan soal awal mula insiden tersebut.

Salah seorang instruktur Bahasa Indonesia yang merupakan anggota Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) atas nama Irawan Maulana Ibrahim merasa ada unsur materi pelajaran menghina Indonesia.

"Terutama materi tentang Pancasila, saat yang bersangkutan mengajar Bahasa Indonesia untuk pasukan khusus Australia di sekolah bahasa angkatan darat Australia di Pangkalan Militer Perth," kata Ryamizard di Kantornya, Kamis (5/1).

Ryamizard menjelaskan, menurut pengakuan dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Australian Defense Force (ADF) Mark Binskin, materi pelajaran tersebut didapat dari artikel media cetak dan media online yang diambil oleh seorang Perwira Pertama ADF.

"Tidak mencerminkan kebijakan Angkatan Bersenjata Australia, pihak angkatan bersenjata Australia menyesalkan terjadi insiden itu," ujarnya.

Ryamizard menjelaskan Menteri Pertahanan Australia telah melayangkan permintaan maaf dan menyesalkan atas terjadinya insiden tersebut. Kepala Sekolah bahasa di pangkalan militer Perth telah diberi sanksi. Sementara, Perwira Pertama ADF 'aktor' insiden ini akan pula diberikan sanksi administrasi tegas.

"Kasus ini sudah memasuki tahap akhir investigasi dan oknum perwira pertama akan diberikan sanksi berat, administrasi. Memberhentikan sementara pelatihan di pangkalan militer di Perth, dan Komandan Sekolah diskorsing, berat itu," ujarnya.

Menteri Pertahanan Australia, kata Ryamizard, juga telah berjanji untuk menjaga etikad baik dengan tak menyinggung hal sensitif yang dapat menimbulkan kebencian antarnegara.

"Saya sampaikan, dia menerima pesan saya itu. Akan dilaksanakan baik-baik, kita akan buktikan itu, untuk dalam waktu dekat saya akan ke Australia diundang, itu mencerminkan tidak ada apa-apa, kita akan kunjungi kamp militernya, biar jernih," ujarnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP