Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masyarakat Tak Terlibat 100 Persen, Alasan PPKM Darurat Belum Efektif

Masyarakat Tak Terlibat 100 Persen, Alasan PPKM Darurat Belum Efektif PPKM Darurat diperpanjang hingga akhir Juli 2021. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko mengajak masyarakat terlibat aktif dalam penanganan Covid-19. Terutama dalam disiplin menjalankan protokol kesehatan. Juga mendukung pelaksanaan PPKM Darurat.

Dalam pandangan dia, sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat masih belum maksimal. "Sekarang saya lihat partisipasi masyarakat masih 60 persen. Belum 100 persen," ujar dia kepada Merdeka.com, Minggu (18/7).

Efektivitas PPKM darurat bisa maksimal dan cepat terlihat hasilnya jika masyarakat ikut berpartisipasi aktif. Jika partisipasi makin rendah, maka efek PPKM Darurat juga akan makin lambat terlihat.

"Ini memang masalah menggerakkan masyarakat. PPKM Darurat harusnya dengan partisipasi masyarakat yang penuh. Kalau efeknya mau cepat. Kalau berkurang dari 100 persen, 90 persen, 80 persen, 70 persen, 60 persen, makin lambat," urai dia.

Dia tidak menampik, penerapan PPKM Darurat membebani masyarakat secara ekonomi. Namun, dia berharap masyarakat bisa melihat sebagai upaya bersama untuk mengatasi pandemi.

"Jangan protes saja. Saya tahu penderitaan rakyat ini. Saya tahu lah. Tapi coba lihat pejuang-pejuang kita yang tahun lalu meneteskan darah, kita pikirkan harta. Seberapa nyawa yang akan melayang karena mereka tidak rela hartanya dikorbankan," tutup dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP