Masyarakat Diingatkan Bersikap Rasional, Tak Mudah Terhasut Kelompok Intoleran
Merdeka.com - Pemerintah diminta tak bosan-bosan mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi untuk menghindari adanya konflik di masyarakat. Pelibatan para tokoh masyarakat dan tokoh agama juga harus dilakukan.
"Pemerintah bisa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersikap rasional dan tidak reaktif. Tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama juga harus ikut memberikan pengertian," kata Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Siti Musdah Mulia dalam keterangannya, Kamis (5/3).
Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) Indonesia ini mengungkapkan bahwa pemerintah harusnya memberikan pengertian kepada masyarakat. Dia menyoroti adanya gejolak di India yang menolak UU Kewarganegaraan karena tidak memberikan hak yang sama bagi warga Muslim.
"Indonesia ini adalah negara dengan ideologi Pancasila. Kita menghormati semua agama yang berkembang. Tidak mayoritas maupun minoritas semua diperlakukan sama dan setara di sini," tuturnya.
Guru Besar Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak ingin ada kelompok-kelompok intoleran berkembang di tanah air.
"Pemerintah harus bertindak tegas dalam menghadapi hal-hal yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut," ungkap Peraih Yap Thiam Hiem Human Rights Award (2008) dari Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia itu.
Selain itu, Musdah menambahkan dalam beberapa kejadian seringkali muncul tindakan-tindakan irasional, intoleran atas nama agama. Selain itu, menurut Musdah, penting juga bagi pemerintah untuk mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.
"Seharusnya, apapun kata orang kamu harus tetap rasional, tidak akan ikut-ikutan rusuh atau bahkan menjadi fanatik dan militan," jelasnya.
Oleh karena itu Musdah menuturkan bahwa ketimpangan sosial dan juga korupsi itulah yang membuat masyarakat kita menjadi frustasi. Hal ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk merongrong kesatuan masyarakat.
"Jadi kelompok-kelompok intoleran ini sangat mudah memutarbalikkan fakta. Itu kan sebetulnya omong kosong. Tapi yang parah itu masyarakat kita ini malah banyak yang percaya," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya