Merdeka.com tersedia di Google Play


Masjid Jami Annawier, masjid Arab di permukiman Tionghoa

Reporter : Al Amin | Kamis, 2 Agustus 2012 04:22


Masjid Jami Annawier, masjid Arab di permukiman Tionghoa
Masjid Jami Annawier. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Berdiri sejak tahun 1760. Mungkin tidak banyak orang yang memperkirakan kalau lingkungan sekitar Masjid Jami Annawier yang berada di Jalan Pekojan Raya nomor 71, Jakarta Barat, awalnya merupakan pemukiman orang Arab. Para pemukim Arab yang kebanyakan berasal dari Yaman tersebut mendirikan Masjid Jami Annawier sebagai pintu masuk ke Jakarta, yang dulu lebih dikenal sebagai Batavia.

Masjid Jami Annawier memiliki lima pintu yang menghadap kiblat. Lima pintu itu menandakan Rukun Islam yang ada lima. Dan di samping kanan masjid, terdapat enam pintu yang menandakan Rukun Iman. Sementara itu, untuk menopang langit-langit masjid, 33 pilar dengan kokoh siap menahan atap masjid. 33 pilar menandakan 33 butiran yang ada di tasbih.

Namun jika melihat lingkungan di sekitar masjid, maka akan terlihat pemandangan yang membuat Anda takjub. Karena masjid yang didominasi warna hijau ini berada di pemukiman etnis Tionghoa. Bahkan bangunan masjid diapit oleh dua bangunan berarsitektur Tioanghoa. Tapi jika dirunut k ebelakang, tepatnya sejak tahun 1700'an, sebenarnya Pekojan merupakan pemukiman orang Arab.

Salah satu pengurus masjid, Taufiq Al Amri (53) menceritakan, daerah Pekojan didominasi oleh para pedagang dari Arab. Para saudagar Arab ini memilih lokasi Pekojan karena lokasinya yang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.

"Dulu para pedagang menjadikan Pekojan transit buat petunjuk. Sebelum akhirnya mereka menyebar ke Tanah Abang, Kwitang, Senen, dan terakhir ke Condet," kata lelaki yang sudah 23 tahun ini menjadi pengurus Masjid Jami Annawier .

Untuk mengenang jasa para pendiri masjid, maka tiga orang pendiri masjid dimakamkan di halaman belakang masjid. Ketiganya adalah, Sarifah Fatimah, Komandan Dahlan, dan Daeng Usman. Mereka bertigalah yang di awal-awal pendirian masjid paling banyak berjasa dengan cara mewakafkan tanah, dan memberikan dana operasional.

Tapi sekarang, lanjut Taufiq, sudah banyak dari keturunan pedagang Arab ini yang meninggalkan Pekojan. Meski tidak tahu alasan pasti tiap keturunan meninggalkan Pekojan, namun Taufiq yakin, biar pun berpindah wilayah, tiap orang Arab, jika memilih sebuah lokasi sebagai perkampungan mereka, orang Arab pasti bersama.

Lebih lanjut, Taufiq yang sudah tiga generasinya menjadi pengurus masjid, mengatakan, sejak awal tahun 80'an, atau lebih tepatnya generasi ketiga, sudah banyak keturunan arab Pekojan yang berpindah dari kampung yang sekarang hanya menyisakan sekitar 80 kepala keluarga yang tinggal di sana.

"Lihat aja di Condet. Kurang banyak gimana orang Arabnya? Mereka masih keturunan dari sini, tapi sudah generasi ke tiga," ujarnya. "Biasanya mereka nikah dengan orang Arab yang bukan dari kampung sini," lanjut ayah empat anak ini.

Meski sudah berusia lebih dari dua abad, Masjid Jami Annawier tetap menggelar acara yang biasa diadakan sejak masjid pertama kali didirikan. Seperti pada 27 Ramadan. Banyak pemuda, baik dari dalam dan luar Pekojan yang mengadakan haul atau mengkhatamkan Alquran.

Nantinya di acara Haul ini akan dihidangkan menu-menu Arab, seperti Nasi Kebuli, Kue Kaak, dan Kopi Jahe. "Pada acara Haul, bakal banyak tuh, orang-orang Arab dari luar Pekojan sini yang datang. Bahkan dari Bogor," jelas Taufiq.

Di usianya yang telah melewati setengah abad ini, ada satu yang membuat galau Taufiq. Anak ketiga dari tujuh bersaudara ini khawatir tidak ada lagi dari keturunannya yang mau menjadi pengurus Masjid Jami Annawier.

"Anak muda jaman sekarang, mana ada lagi yang mau jadi pengurus masjid? Sekarang perkembangan teknologi telah membuat mereka enggan untuk menjadi pengurus masjid," ujarnya. Taufiq berharap, anak muda tidak enggan untuk menjadi pengurus masjid seperti dirinya.

[bal]

KUMPULAN BERITA
# Ramadan 2012

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Ramadan 2012, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Ramadan 2012.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ronaldo impikan trofi Piala Dunia
  • 807 Merek daftarkan nama domain .id
  • Nia Daniati masih pajang foto Farhat Abbas
  • Kapal berpenumpang 100 peziarah Jumat Agung tenggelam di Flores
  • Libur Paskah, tiket kereta di Gambir untuk 55 perjalanan ludes
  • Bambang Widjojanto didesak untuk bersaksi dalam sidang Akil
  • Tumpahan minyak bukan berasal dari pesawat MH370
  • Sore ini, PPP deklarasikan dukungan Prabowo nyapres
  • Napi LP Pemuda Tangerang bentrok gara-gara ponsel, 1 orang luka
  • Pertumbuhan wisman Filipina tertinggi serbu Indonesia
  • SHOW MORE