Masinton tantang RJ Lino kelola Pelabuhan Tanjung Priok tanpa asing
Merdeka.com - Anggota Komisi III Masinton Pasaribu menantang Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) (Persero) RJ Lino untuk menata sendiri pengelolaan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasalnya, dalam sejumlah kesempatan, Masinton melihat Lino acap kali menunjukkan kehebatannya dan menjadi orang sangat berpengaruh di negeri ini.
"Kalau RJ Lino mengaku hebat, pengelolaan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok itu harus dikembalikan seratus persen kepada bangsa kita itu baru yang namanya hebat," tegas Masinton kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/11).
Namun, lanjut Masinton, RJ Lino malah memperpanjang konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) kepada Hutchison Port Holdings hingga tahun 2039.
"Kalau cuma menyerahkan aset kita punya untuk dikelola asing itu bukan hebat, itu antek," sindirnya.
Politisi Partai PDI-Perjuangan ini menilai jika penataan pengelolaan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok ditangani perusahaan dalam negeri maka akan menghasilkan keuntungan sekitar Rp 40 triliun.
"Kalau pengelolaan peti kemas itu seratus persen dikelola oleh bangsa kita, keuntungannya Rp 40 triliun itu untuk bangsa kita. Kalau diserahkan kepada pihak asing atau bekerja sama dengan pihak asing keuntungannya ya sedikit untuk kita," tuturnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dirut Pelindo II, RJ Lino memperpanjang konsesi JICT ke PT Hutchison Port Holdings (HPH). Perusahaan asing asal negeri Hongkong tersebut diperpanjang konsesinya hingga tahun 2039. Menteri perhubungan Ignasius Jonan juga sudah mengirimkan surat kepada Menteri BUMN Rini Soemarno agar tidak memperpanjang lagi konsesi ke pihak asing.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya