Masih syok, orangtua Angga belum sanggup bekerja
Merdeka.com - Peristiwa peluru nyasar milik anggota Satres Narkoba Polresta Palembang yang menewaskan Rendi Anggara (11), Sabtu (5/12) lalu, masih menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga. Alhasil, orangtua korban hingga kini tidak bekerja sejak kejadian itu.
Orangtua Angga, Ramlan alias Ujang (41) mengaku, sangat terpukul atas kematian secara mendadak dan mengenaskan anak ke empat dari lima bersaudara itu. Apalagi, korban sangat dekat dengan dirinya sehingga masih selalu teringat dengan kelakuannya sehari-hari.
Lantaran terlalu sedih, Ramlan belum sanggup bekerja untuk mencari nafkah keluarga. Apalagi, dia harus meluangkan waktunya untuk menjalani pemeriksaan oleh polisi atas laporan yang diajukannya.
"Masih syok, masih ingat sama Angga, belum mau kerja dulu. Sekarang juga kami harus selalu siap kalo dipanggil polisi," ungkap Ramlan di Mapolda Sumsel, Senin (14/12).
Sehari-hari, Ramlan bekerja sebagai tukang becak di seputaran tempat tinggalnya di kawasan Pasar Kentut, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.
"Becak nganggur dulu. Belum tahu juga kapan mau narik lagi," ujarnya.
Hal senada diungkapkan istrinya, Yani (40). Yani turut membantu perekonomian keluarga dengan menjadi tukang cuci. Dalam sehari, Yani biasanya mengambil borongan milik tiga tetangganya.
"Rencana saya besok mulai nyuci lagi, tapi mungkin cuma ambil satu saja, belum sanggup semuanya diambil," kata dia.
"Kalo begini terus mau makan apa. Kerja lagi saja, biar cari kesibukan," sambungnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya