Masih macet, contra flow ditutup lebih awal
Merdeka.com - Sistem lawan arus atau contra flow diterapkan sejak 1 Mei 2012 lalu. Penerapan di Tol Dalam Kota, mulai KM 1+700 hingga KM 6+800 selama satu tahun hingga pekerjaan jalan JORR W 11 selesai dinilai cukup efektif.
Setiap pekan, Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan terus melakukan evaluasi sistem lawan arus tersebut, apakah merepotkan warga atau sebaliknya. Sejauh ini, masyarakat merasa dimudahkan dan waktu tempuh semakin singkat dengan adanya sistem tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan, dari beberapa pekan pelaksanaan, pihaknya terpaksa menutup lebih awal dari jadwal pemberlakukan contra flow yang seharusnya ditutup pukul 10.00 WIB.
"Alasannya, kendaraan yang dari arah Barat sudah mulai padat pukul 09.00 WIB. Jadi kami terpaksa mengangkat trafic conenya. Kami tidak mau kedua ruas tol itu padat semua," kata Sigit, saat dihubungi, Kamis (14/6).
Dikatakan Sigit, selain permasalahan padat dari arah Barat, untuk jalur yang sudah diperpanjang di KM 1 +700 juga mengalami kendala, pasalnya kendaraan dari arah Bogor tidak bisa masuk ke arus contra flow. Hanya kendaraan yang dari arah Cikampek saja yang bisa masuk dari situ.
Ketika ditanya apakah akan memperpanjang jarak contra flow, Sigit menjelaskan, untuk jarak yang sekarang sudah cukup panjang, dan tidak bisa lagi diperpanjang.
"Sudah mentok di KM 1+700, setidaknya bisa memberikan solusi sementara saja untuk masyarakat. Banyak yang merasa dimudahkan dengan adanya sistem ini," kata Sigit.
Padahal dalam beberapa hari ini Tol Dalam Kota masih terlihat macet. Kemacetan pun mengular dari Tol Cawang hingga Semanggi. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya