Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masih ada 1.000 pucuk senjata milik sipil di Jabodetabek

Masih ada 1.000 pucuk senjata milik sipil di Jabodetabek ilustrasi kejahatan pistol. sxc.hu

Merdeka.com - Sebanyak 5.000 pucuk senjata api yang beredar di warga sipil Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi telah diamankan Polda Metro Jakarta. Jumlah ini telah dibatasi sejak tahun 2004, sehingga senjata api yang mulanya dimiliki perseorangan sipil dikembalikan lagi ke aparat kepolisian.

"Masih ada sekitar 1.000 pucuk senjata api lagi yang masih berada di tangan warga sipil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jakarta, Kombes Rikwanto kepada wartawan, Minggu (6/5).

Rikwanto menambahkan, senjata api yang paling banyak beredar di warga sipil adalah yang berpeluru karet yakni sekitar 70 persen.

"Sisanya yakni yang berpeluru gas sekitar 25 persen dan berpeluru tajam sekitar 5 persen," jelasnya.

Dia juga mengatakan, semenjak Peraturan Kapolri nomor 82 tahun 2004 dikeluarkan, izin kepemilikan senjata api menjadi semakin selektif. Misalnya, untuk senjata api yang diperuntukan olahraga, maka harus dimasukkan ke dalam gudang, tidak boleh dibawa setiap harinya.

"Sementara untuk senjata api yang diperuntukkan bela diri diberikan secara khusus bagi orang-orang tertentu seperti pejabat pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif; pejabat swasta dan TNI/Polri atau pun purnawirawan," tutupnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP