Masa Pandemi, Waterboom di Sragen Nekat Buka tanpa Protokol Kesehatan
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah masih melakukan persiapan menjelang penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal Covid-19. Namun di saat pandemi masih berlangsung, sebuah tempat hiburan anak, waterboom Tunjungan di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan justru mulai dibuka untuk umum, Senin (8/6).
Untuk menarik pengunjung, pengelola menawarkan diskon harga tiket. Jika sebelum ada virus corona tiket masuk dijual dengan harga Rp15 ribu, saat pandemi atau menjelang new normal tiket masuk hanya dijual Rp5 ribu. Namun sayang, pengelola tidak menerapkan protokol kesehatan saat membuka tempat hiburan anak tersebut.
Dibukanya waterboom itu tersebar di media sosial (Medsos). Warga khawatir obyek wisata tersebut akan menjadi klaster baru penularan virus Corona di bumi Sukowati. Sayang sejumlah wartawan yang datang tidak mendapatkan tanggapan dari pengelola. Pintu masuk hanya dijaga karyawan dan kantin yang merangkap pembayaran loket masuk.
Kasi trantib Kecamatan Sambungmacan Ussisa Ala Taqwa mengaku sudah menyampaikan temuan tersebut ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen. Dia membenarkan waterboom itu memang buka dan menerima pengunjung.
"Rapat gugus tugas mereka diimbau tetap tutup. Kami belum bisa bertindak karena surat secara tertulis belum ada, jadi belum ada dasar hukum," ujar Ussisa Ala Taqwa, Senin (8/6).
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Yusep Wahyudi menegaskan masih melarang beroperasinya kolam renang dan waterboom saat ini. Atas laporan tersebut, pihaknya segera menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait, di antaranya Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan kabupaten (DKK) Sragen. M
"Untuk waterboom yang buka itu memang belum ada sanksi. Nanti dari Satpol PP yang akan memberi teguran dan imbauan," tandasnya.
Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menambahkan aktivitas di kolam renang bisa meningkatkan risiko penularan, akibat adanya kerumunan. Apalagi jika pengunjung tidak mengenakan masker. Sehingga proses penularan melalui ludah memungkinkan terjadi.
"Yang ditakutkan itu dropped infection. Sangat mungkin ada penularan melalui hidung dan mata," jelasnya.
Kepala Satpol PP Sragen Heru Martono menyampaikan, pihaknya akan menindak dan mendatangi lokasi waterboom tersebut. Dia menegaskan waterboom belum bisa beroperasi.
"Tempat wisata seperti kolam renang dan waterboom belum boleh. Nanti yang buka itu akan kami ingatkan," pungkas dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya