Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ma'ruf Amin Ingatkan Eksplorasi Sumber Alam Berlebihan Berdampak Bencana Lingkungan

Ma'ruf Amin Ingatkan Eksplorasi Sumber Alam Berlebihan Berdampak Bencana Lingkungan Wapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mewanti para pengguna manfaat sumber daya alam untuk tidak melakukan eksplorasi berlebihan. Menurut dia, eksplorasi berlebihan itu dapat berakibat pada rusaknya lingkungan dan kelestarian alam.

"Apabila hal ini terjadi secara terus menerus dalam jangka panjang, akan memicu terjadinya perubahan iklim (climate change) yang dampaknya akan merugikan umat manusia," kata Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4).

Peringatan kerusakan alam, lanjut Ma'ruf, sudah diperingatkan oleh Allah dalam Alquran. Melalui salah satu ayat dalam surat Al A'raf. Maruf lantas mencontohkan, sebagian bencana alam terjadi adalah akibat dari perbuatan manusia yang melakukan eksplorasi alam tanpa batas.

"Adanya banjir, tanah longsor [terjadi] akibat penggundulan hutan, penyalahgunaan lahan, dan penebangan liar. Berbagai bencana tersebut telah menimbulkan korban harta benda dan jiwa manusia yang tidak kecil jumlahnya," kata dia.

Oleh karena itu, menurut dia, harus ada upaya konkret, untuk mencegah setiap tindakan pelanggaran eksplorasi alam dan pengetatan hukum yang jelas.

"Kita bersyukur telah ada kesadaran global, untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang dituangkan dalam Paris Agreement atau Perjanjian Paris tahun 2019, yang antara lain memuat komitmen setiap negara dalam mengambil langkah-langkah nasional untuk menurunkan emisi karbon," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa Alquran menjadi unsur penting bagi kelahiran keilmuan modern. Ia berharap, peringatan Nuzulul Quran ini dapat menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk mendekatkan diri dengan Alquran, meneladani spirit Alquran.

"Karena itulah peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan ini merupakan bagian penting, dalam menjaga tradisi keislaman, khususnya dalam mendekatkan Alquran dengan kehidupan,” ungkap Yaqut.

Acara peringatan Nuzulul Quran ini juga diisi dengan Uraian Hikmah Nuzulul Quran yang disampaikan oleh Dr.K.H. Ahsin Sakho Muhammad, M.A., pakar Qiroaatil Quran dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dengan mengambil tema “Al Quran dan Spirit Perdamaian”, acara ini diselenggarakan secara luring di Kementerian Agama dan daring melalui siaran TVRI, RRI, akun Youtube resmi Kementerian Agama. Turut hadir sebagai undangan dalam acara ini antara lain, para Duta Besar dan perwakilan beberapa negara sahabat, pimpinan dan anggota lembaga negara, serta Habib Zain bin Umar bin Smith.

Reporter: Muhammad Radityo PriyasmonoSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP