Marty: Makin terang benderang siapa Israel itu
Merdeka.com - Penolakan Israel terhadap delegasi Gerakan Non-Blok (GNB), termasuk salah satunya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, melahirkan kekecewaan. Sikap negara zionis itu justru menegaskan keinginan mereka untuk tetap menduduki Palestina sebagai bagian dari wilayahnya.
"Saya kira masalah Ramallah itu sekarang makin terang benderang, siapa Israel itu, negara yang menduduki Palestina selama puluhan tahun, selama berdekade dia duduki Palestina," kata Marty di Istana Merdeka, Selasa (7/8).
Padahal, lanjut Marty, kedatangan para delegasi itu bisa menjadi kesempatan bagi Israel untuk menunjukkan sikapnya yang konstruktif terhadap perubahan. Namun, upaya Israel menutup perbatasannya membuat negara itu siap menuai berbagai kecaman dari masyarakat internasional, terutama anggota GNB.
"Kemarin Israel ada kesempatan untuk menunjukkan sikapnya yang sangat konstruktif tetapi Israel justru memilih untuk sekali lagi berupaya untuk menunjukkan, bahwa Palestina itu di bawah kendali mereka. Kita sudah antisipasi sikap seperti itu," lanjut Marty.
Sikap itu berbanding terbalik dengan perubahan-perubahan yang tengah terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah dalam berdemokrasi. Sebuah kondisi yang tidak dapat dirasakan oleh rakyat Palestina karena masih di bawah kendali Israel sampai saat ini.
"Banyak penduduk di Timur Tengah yang banyak bebas demokrasi, justru di Palestina mereka malah terjadi situasi seperti saat ini. Maka sangat kita sesalkan kita kecam, dan kita akan terus bekerja untuk menciptakan momentum berdasarkan episode ini ke arah diterimanya Palestina di PBB," pungkasnya.
Seperti diketahui, Marty Natalegawa bersama empat menteri luar negeri anggota Komite Palestina Gerakan Non-Blok ditolak masuk Ramallah, Palestina oleh Israel. Indonesia bersama dengan 12 negara anggota Komite Palestina Gerakan Non Blok (GNB) lainnya bersatu dalam mengutuk tindakan semena-mena Israel yang telah menghalangi penyelenggaraan KTM khusus Komit Palestina GNB di Ramallah, Palestina.
Pertemuan akan diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus 2012 sebagai rasa solidaritas terhadap penderitaan bangsa Palestina sekaligus meninjau langsung situasi di lapangan sebagai akibat kebijakan Israel.
Namun, pertemuan tersebut akhirnya tidak terlaksana, karena Israel menolak memberi akses masuk para delegasi Komite Palestina GNB ke Ramallah yang merupakan wilayah Palestina. Tindakan Israel itu merupakan pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya