Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Markas Abu Sayyaf diserang, kondisi 10 WNI yang disandera sehat

Markas Abu Sayyaf diserang, kondisi 10 WNI yang disandera sehat Kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan. ©philstar.com

Merdeka.com - Kelompok Abu Sayyaf terlibat baku tembak dengan Angkatan Bersenjata Filipina. Pascaperistiwa itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan kondisi 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf dalam kondisi baik.

Saat ini pemerintah terus berupaya membebaskan sandera 10 WNI dengan mengedepankan diplomasi dan negosiasi.

"Tadi pagi saya dapat kabar, mereka masih sehat. Bagus mereka (perusahaan) cari cara, gimana uang itu mereka enggak terlibat," kata Ryamizard di Kantornya, Jakarta, Rabu (13/4).

Menurutnya, saat ini Otoritas Filipina belum mengizinkan TNI untuk terlibat dalam pembebasan sandera. Meski 18 Angkatan Bersenjata Filipina tewas di Basilan, Filipina juga tak izinkan TNI masuk ke Filipina.

"Jadi ada tiga jalur, diplomasi, nego dan operasi militer. Operasi Militer itu enggak ada korban, pasti ada korban. Kalau korbannya mereka orang kita ya kita bisa nyalahin sana. Nego itu penting, bukan pemerintah yang nego, perusahaan yang nego," kata dia.

Mencegah kelompok separatis kembali menyandera WNI, kata dia, TNI Angkatan Laut perlu patroli bersama dengan negara sahabat. Sebab, jalur batu bara melalui laut di sekitar Filipina kerapkali dilewati kapal-kapal.

"Patroli bersamalah sama Malaysia, Filipina, enggak usah sampai China, Pulau sulu saja dulu. Itu kita perlu patroli di sana soalnya di sana jalannya batu bara, nah ini perlu kita jaga juga. Contohnya gini kita juga enggak mau kan diganggu gugat," tandasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP