Marinir pengeroyok wartawan bertambah jadi 13 orang
Merdeka.com - Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) kembali menahan dua prajurit kesatuan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Utama TNI AL II Padang. Kedua anggota Marinir tersebut juga diduga ikut dalam penganiayaan terhadap wartawan dan warga, 29 Mei 2012 lalu.
"Awalnya Pomal hanya menahan 11 prajurit TNI AL, sekarang bertambah menjadi 13 orang," kata Komandan Lantamal II Padang, Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto di Padang seperti dilansir Antara, Senin (11/6).
Menurut Gatot, penyidik Pomal masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan prajurit TNI AL tersebut. "Pomal masih memeriksa tingkat kesalahan masing-masing prajurit dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap sejumlah wartawan dan warga tersebut," katanya.
Gatot menampik institusinya menutupi kasus penganiayaan yang dilakukan anggotanya terhadap warga dan wartawan. "Kita tidak akan menutup-nutupi kasus ini, siapa pun prajurit yang terlibat pasti akan ditindak dengan tegas," katanya.
Dia memastikan Lantamal II Padang akan segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum prajurit TNI-AL terhadap wartawan tersebut. "Kami tidak akan pernah melindungi prajurit jika terbukti melakukan penganiayaan," katanya.
Sebelumnya, beberapa prajurit TNI AL diduga melakukan penganiayaan serta melakukan perampasan dan pengrusakan peralatan kerja wartawan ketika tengah meliput aksi pembongkaran bangunan liar di kawasan Bukit Lampu, Kelurahan Sungai Baremas, Kecamatan Lubuk Begalung, 29 Mei 2012. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya