Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Margriet mengaku sayang Engeline dan pernah acungkan parang ke Agus

Margriet mengaku sayang Engeline dan pernah acungkan parang ke Agus Sidang kasus Engeline. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Engeline, pada tahap pemeriksaan terdakwa Margriet Christine Megawe, Senin (1/2) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Dicerca pertanyaan majelis hakim, terdakwa berumur 61 tahun ini hanya bisa menangis dan terus mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan untuk menyakiti Engeline.

"Saya benar-benar tidak berbuat membunuh anak saya ini pak. Saya sayang dia pak, tidak mungkin saya lakukan itu," kata Margriet.

Diakuinya memang benar Engeline adalah anak kecil yang kerap menjengkelkan. Seperti halnya disuruh mandi tetapi selalu saja melawan dan menentang perintahnya.

"Saya marahin anak itu biasa pak, itu kalau dia nakal dan melawan kalau disuruh. Apalagi kalau disuruh mandi, lama sekali nurutnya," ungkap Margriet.

Di kursi pesakitan, orangtua angkat Engeline ini mengaku sempat meminta polisi mengerahkan anjing pelacak saat melapor di Polsek Denpasar Timur (Dentim).

"Saya minta polisi bawa anjing pelacak, dan segera ke rumah saya di Sedap Malam," aku Margriet.

Sementara itu ketika ditanya perihal tersangka ‎Agustay Handa May, Margriet mengaku takut dengan Agus. Bahkan dia mengaku berniat memecat Agus yang diketahui baru dua bulan bekerja.

"Baru kali itu saya punya pembantu yang berani melawan dan tidak mau saya keluarkan. Dia (Agustay) malah marah-marah saat saya akan keluarkan," beber Margriet.

Pernyataannya di hadapan Majelis Hakim ini membuat tersenyum seisi ruangan sidang. Sebab, dalam kasus ini terdakwa Agustay pada setiap persidangan juga mengaku takut terhadap Margriet.

"Ini kok semuanya jadi takut. Agus ngaku takut dengan terdakwa (Margriet). Sekarang baru bilang kalau saudara takut juga sama Agustay," celetuk Edward Harris Sinaga, Ketua Hakim.

Diterangkan Margriet, saat satu minggu pertama Agus kerja pada dirinya sudah menunjukkan sikap kasar. Tidak hanya itu, saat diperingatkan dan ditegur ketika salah, Agus selalu membantah dan menunjukkan ekspresi Marah.

"Pernah dia (Agus) tendang triplek dan nyaris mengenai kepala saya. Saya sudah mau keluarkan dia, tetapi malah marah. Saya panggil si Andika yang antar dia ke rumah‎, untuk mengingatkan Agus," kata Margriet.

Karena sudah malas melihat sikap Agus, dirinya mengaku cuek. Hal ini terus berlalu hingga hampir dua bulan, usai Engeline dikabarkan hilang. Margriet mengaku nekat berani melawan Agus dengan mengacungkan parang.

"Saat itu saya sudah sangat kesal dan muak dengan sikap Agus. Dia bentak anjing saya, saya tanya baik-baik tetapi justru saya dibentak balik. Saat itu saya berani melawan," akunya.

Di hadapan Majelis Hakim, dirinya sangat meyakini bahwa Agus pelaku pembunuhan Engeline. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP