Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Marak Klaster PTM, dr Reisa Minta Masyarakat Gencarkan 3T

Marak Klaster PTM, dr Reisa Minta Masyarakat Gencarkan 3T dr Reisa. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Belakangan muncul klaster Covid-19, usai dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM). Di Solo misalnya, puluhan siswa dan guru SD dan SMP terpapar Covid-19 setelah mengikuti sekolah tatap muka. Tercatat 5 SD dan 3 SMP harus ditutup sementara agar penularan virus tak semakin meluas.

Menanggapi maraknya klaster sekolah, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Kartikasari Broto Asmoro meminta agar menggencarkan 3T. Yakni testing, tracing dan treatment.

“Pasti harus menggencarkan 3T ya. Jadi treatment kepada anaknya sendiri dan tracing kepada lingkungan sekitar anak,” ujar Reisa di sela meninjau sentra vaksinasi di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (23/10).

Dokter bergelar keraton Raden Kanjeng Mas Ayu Tumenggung itu menyampaikan, selain ketiga hal tersebut, prokes juga harus diperketat kembali.

“Ingat bahwa kita masih ditengah pandemi. Jadi yang namanya protokol kesehatan adalah yang paling utama. Baik itu kepada anak maupun dewasa. Jadi anak-anak itu bukan superman yang kebal ya sama Covid ini,” katanya.

Reisa mengaku sering melihat orang tua yang tidak memakaikan masker kepada anaknya. Padahal hal tersebut merupakan protokol kesehatan yang paling mendasar.

“Protokol kesehatan pada anak itu harus dibiasakan. Apalagi kalau sudah mau melakukan pembelajaran tatap muka,” tandasnya.

Dia menegaskan mencegah Covid-19 yang lebih utama dibiasakan adalah protokol 3M. Kemudian orang di sekitar anak juga harus divaksinasi. Karena meskipun anak tidak divaksinasi, namun mereka akan mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Itu yang namanya herd immunity. Jadi ketika anak-anak terlindungi oleh orang-orang di sekitarnya, maka kalau anak itu sampai terinfeksi maka virusnya tetep di anak itu dan tidak menyebar ke lingkungan sekitarnya. Jadi tidak menambahkan kasus baru,” pungkas dia.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP