Marak kasus bunuh diri, Ketua P2TP2A ingatkan peran keluarga
Merdeka.com - Maraknya tindakan bunuh diri belakangan terjadi, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, mengingatkan pentingnya peran keluarga.
Keluarga, dikatakan Netty, begitu penting penting terlebih terhadap anak yang belum bisa dilepaskan sepenuhnya dari pola pengasuhan. Salah satu yang paling mudah dilakukan interaksi dan komunikasi dalam keluarga.
"Kalau pola ini dilakukan dengan baik, adanya kehangatan, keterbukaan dan kebersamaan maka setiap masalah yang dihadapi anak pasti akan diketahui orangtua. Dan setiap masalah pasti bisa didiskusikan apa yang menjadi solusi dan jalan keluarnya," kata Netty, Senin (31/7).
Menurut Netty ada jenis orangtua yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pengasuhan sehingga membuat anak menjadi introvert.
"Sejatinya, anak dan keluarga tidak boleh ada sekat. Masalahnya anak-anak introvert ini cenderung mendapatkan orangtua yang tidak peduli dan empati apa yang dialami anak," katanya.
"Sehingga ketika anak mengalami masalah dan merasa tidak ada jalan keluar, merasa sendirian dan akhirnya pilihan-pilihan yang diambil merugikan diri sendiri," jelasnya.
Selain pengasuhan dan tipe kepribadian anak yang introvert, Netty mengingatkan untuk ditajamkannya social awarness. Masyarakat harus dapat mengidentifikasi anak yang mengalami depresi dan masalah berada sekolah atau di tengah lingkungan masyarakat.
"Peringatan Hari Keluarga dan Hari Anak ini dapat menjadi momentum kita bahwa anakku adalah anakmu, anakmu adalah anakku dalam konteks perlindungan. Siapapun yang menemukan anak Indonesia bermasalah, murung tidak ceria, tidak sehat dan kekurangan gizi seharusnya dapat difasilitasi dengan berbagai peran yang dimiliki oleh unsur masyarakat maupun unsur pemerintah," harap Netty. (mdk/ibs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya