Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Marahnya Budi Waseso, anaknya dibawa-bawa dalam kisruh KPK-Polri

Marahnya Budi Waseso, anaknya dibawa-bawa dalam kisruh KPK-Polri Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Polemik penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkepanjangan. Tak terkecuali di internal Polri.

Di tengah suara penolakan yang begitu kencangnya pada sosok Komjen Budi, kabar tak disangka-sangka muncul dari Korps Bhayangkara. Tiba-tiba saja, Presiden Jokowi memberhentikan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri padahal masa pensiunnya masih Oktober mendatang. Jabatan Sutarman kemudian digantikan Komjen Badrodin Haiti yang selama ini menduduki kursi Wakapolri.

Tak hanya di tataran pimpinan, Divisi Reskrim juga terkena dampak. Kabareskrim yang selama ini dijabat Komjen Suhardi Alius mendadak digeser menjadi Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas.

Ini mengagetkan. Sebab selama ini hampir tak terdengar catatan hitam soal mantan Kadiv Humas Polri itu. Posisi Suhardi digantikan Irjen Budi Waseso. Banyak yang bertanya-tanya soal sosok Budi Waseso. Memang nama Kapolda Gorontalo ini tak begitu sering terdengar dan sepopuler jenderal-jenderal di Mabes Polri lainnya.

Kabar angin lain yang berembus, menyebut Budi Waseso adalah pesanan Komjen Budi Gunawan. Secara struktural, jabatan Irjen Budi terdahulu adalah Sespimti Polri, jabatan yang berada di bawah Komjen Budi Gunawan ketika menjabat sebagai Kalemdik Polri.

Tak cuma itu, bahkan kedekatan dua Budi ini disebut-sebut bukan sekadar urusan kerja. Entah dari mana isu tersebar, dua Jenderal bernama Budi ini bakal besanan.

Budi Waseso agaknya risih mendengar hal itu. Dia pun membantah tegas bahkan sampai emosi saat anaknya dikait-kaitkan dalam kisruh Polri dan KPK ini.

Begini reaksi Irjen Budi seperti dirangkum merdeka.com, Minggu (1/2) pagi:

Awal isu muncul, Budi minta tak dikaitkan

muncul budi minta tak dikaitkan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Beredar kabar, putri Budi Waseso menjalin kasih dengan putra Komjen Budi bernama Hervino. Saat pertama kali dikonfirmasi pada Budi Waseso, dia masih sedikit tenang dan meminta tak dikaitkan."Oh, tidak ada. Jangan berpikir begitu," kata Budi.Dia meminta peristiwa penangkapan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, tak dikaitkan dengan kedekatannya pada Budi Gunawan."Jangan dikaitkan. Saya kira kita ingin bekerja yang baik, jangan diplesetkan. Jangan nanti, oh karena namanya sama. Itu kebetulan saja," tambahnya.Dia lantas bertanya bagaimana isu itu bisa muncul. "Memang udah ada yang kawin?"

Budi mulai gerah, tegaskan tak besanan dengan Komjen Budi

gerah tegaskan tak besanan dengan komjen budi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Publik masih penasaran benarkah kedekatan Kabareskrim Polri Irjen Budi Waseso dengan Komjen Budi Gunawan lebih dari sekadar teman kerja. Tapi dia tegas membantah, tidak pernah besanan dengan Komjen Budi."Tolong jangan dicampur adukkan dengan masalah itu," kata Budi Waseso usai penuhi panggilan Komnas HAM kemarin.Menurut dia, putrinya tak pernah melakukan pernikahan dengan Herviano Widyatama putra Budi Gunawan."Kapan ada perkawinan, enggak besanan ini," ucapnya.Dia pun menegaskan tak ada hubungan kedekatan antara putrinya dengan putra Budi Gunawan."Enggak ada, enggak bener itu," tegasnya.

Budi Waseso emosi, sebut anaknya korban pelanggaran HAM

emosi sebut anaknya korban pelanggaran ham rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Budi Waseso kembali ditanya soal kedekatannya dengan Komjen Budi. Kali ini, Budi mulai emosi karena kabar yang beredar tersebut dinilai mengusik ketenangan anaknya."Jangan, ini kan pelanggaran HAM kepada anak-anak saya. Jadi, jangan diplesetkan ke sana, kasihan mereka yang tidak tahu apa-apa," tegas Budi Waseso di lapangan Bhayangkara Mabes Polri.Menurutnya persoalan pribadi anaknya tersebut tidak layak diikutsertakan dalam permasalahan kisruh Polri vs KPK. Mereka tidak perlu ditarik-tarik dalam permasalahan tersebut."Jangan dilibatkan dan melebar ke mana-mana. Jadi fokus pada permasalahan pokok, jadi jangan dikemana-manakan, karena itu tidak baik. Itu kasihan karena kita menjunjung tinggi hak asasi," terang dia.

(mdk/gib)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP