Manuver Golkar selamatkan Setnov dari sidang MKD
Merdeka.com - Menjelang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk adili Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Fraksi Golkar mengganti total perwakilannya di MKD. Tiga orang hasil rotasi Golkar tersebut justru menghambat proses peradilan etik di alat kelengkapan dewan DPR yaitu MKD.
Beberapa kader Golkar yang baru dirotasi ialah Hardisoesilo diganti Kahar Muzakir, Dadang Muchtar diganti Ridwan Bae, dan Budi Supriyanto diganti Adies Kadir. Di hari perdananya mengikuti rapat pleno MKD, mereka langsung bermanuver dengan keras dibantu oleh perwakilan dari Fraksi Gerindra dan PPP.
Salah satu dari mereka, Ridwan berusaha menganulir hasil rapat MKD sebelumnya. Ridwan ingin MKD kembali berdebat mengenai keabsahan legal standing Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor yang memakai kop surat kementerian.
Tak hanya itu, Ridwan juga mendorong MKD menghentikan pengusutan kasus Setnov secara sementara. Sebab menurutnya DPR lebih baik membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk usut kasus PT Freeport. Tujuannya bukan untuk membongkar kasus pencatutan nama Presiden Jokowi, melainkan untuk menghantam balik Sudirman. Maka dari itu Ridwan ingin membelokkan perkara etik ke persoalan lain yang dilakukan Sudirman terhadap PT Freeport.
"Freeport kan jadi sumber persoalan. Sebaiknya bentuk Pansus Freeport itu akan lebih terbuka semuanya siapa yang salah, kemudian kalau ada pejabat-pejabat yang mana itu rakyat terpuaskan. Kalau Pansus pasti akan terbuka, terpuaskan rakyat. Ini pendapat pribadi saya. Jangan semata-mata persoalan ini hanya kejar Pak Novanto. Yang kita kejar semua orang yang terkait Freeport. Makanya bentuk pansus," kata Ridwan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/11). (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya