Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manusia tertua di Yogya punya anak 2, 4 cucu dan 6 cicit

Manusia tertua di Yogya punya anak 2, 4 cucu dan 6 cicit Mbah Suparni. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Mbah Suparni, perempuan berusia 117 tahun warga Padukuhan Sandang, Kelurahan Tegaltirto, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, DIY merupakan sosok yang mandiri dan tak menggantungkan diri pada anak maupun cucu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Mbah Suparni masih bekerja menjual jamu dan kain keliling desa. Mbah Suparni juga masih membuat tali tampar dari bahan pandan untuk menyambung hidupnya.

Bahkan, Mbah Suparni yang memiliki dua anak bernama Tukiyem dan Tukino ini tak mau tinggal serumah dengan anak maupun cucunya. Nenek empat cucu dan enam cicit ini lebih memilih tinggal di gubuk kayu berdinding bambu dengan ukuran 3x3 meter sendirian dibandingkan harus merepotkan anak dan cucunya.

Bagi Mbah Suparni, tinggal sendirian di gubuk lebih nyaman di bandingkan harus tinggal menumpang di rumah anak dan cucu. Meskipun hanya ditemani radio tua, tetapi Mbah Suparni merasa lebih tenang tinggal sendirian.

"Lebih nyaman tinggal di gubuk sendirian daripada merepotkan anak cucu. Lha tinggal di gubuk sendirian aku ya tidak pernah sakit kok," ucap Mbah Suparni dalam bahasa Jawa, Kamis (6/7).

Kesendirian bagi Mbah Suparni bukanlah hal yang baru. Mbah Suparni sejak tahun 1965 sudah terbiasa berjuang sendirian untuk membesarkan kedua anaknya paska ditinggal merantau oleh Karto Pawiro ke Metro, Lampung. Sejak merantau ke Metro, akhirnya Karto memilih untuk menikah lagi dan tak pernah kembali ke Kulonprogo.

Saat akan menikah lagi, Karto pernah meminta Mbah Suparni untuk cerai. Tetapi perceraian ini ditolak oleh Mbah Suparni. Meskipun dirinya mengizinkan hubungan pernikahan suaminya dengan perempuan lain.

"Cerai itu hanya untuk orang yang ditinggal mati. Pernah ada orang lain yang mengajak menikah tapi saya tolak. Saya cuma ingin membesarkan anak dan mengurusnya," ucap Mbah Suparni.

Tak mendapatkan nafkah dari suami dan harus membesarkan dua orang anak tak membuat Mbah Suparni putus asa. Mbah Suparni justru bersemangat untuk terus bekerja demi kedua anaknya. Semangat ini hingga saat ini masih terus dipegang oleh Mbah Suparni. Meskipun sudah berusia lanjut, Mbah Suparni tetap bekerja dan menghidupi dirinya sendiri.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP