Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Petinggi OPM Serukan Gubernur Lukas Enembe Patuhi Hukum

Mantan Petinggi OPM Serukan Gubernur Lukas Enembe Patuhi Hukum Lukas Enembe ©ANTARA/Qadri Pratiwi

Merdeka.com - Alex Ruyawri Yessi Makabori, mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengimbau Gubernur Lukas Enembe (LE) mematuhi proses penegakan hukum terkait dugaan pidana korupsi. Alex berharap, Lukas Enembe tidak membuat berbagai manuver yang menghambat proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya pernah dipenjara selama dua tahun dua bulan karena melanggar hukum, yaitu terlibat dalam kasus politik yaitu Papua Merdeka," ungkap Alex kepada wartawan di Sentani, Jayapura.

Alex merasa bersalah karena bergabung dengan organisasi yang dilarang oleh negara Indonesia (OPM) selama 30 tahun, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Tentara Pembebasan Nasional (TNP) OPM. Atas rasa bersalah itu, ia mengaku telah menjalankan hukuman dengan ikhlas.

Ayah dua anak yang sudah berusia 72 tahun inipun meminta Gubernur Lukas mengikuti jejaknya menjalani proses hukum.

"Sadarlah, kembalikan uang negara yang sudah dipakai secara tidak sah. Tidak mungkin ia dibunuh, suatu saat pasti dibebaskan, asal mengembalikan keuangan negara dan menjalankan hukuman sampai selesai," tegas Alex.

Alex prihatin mendengar sejumlah perbincangan di kalangan masyarakat terkait Lukas yang telah menghabiskan ratusan miliar rupiah uang negara untuk berfoya-foya di tempat perjudian di luar negeri, dengan dalih hendak berobat ke negara tetangga.

Merujuk pada laporan PPATK, ada 12 temuan penyimpangan dan pengelolaan uang yang tidak wajar oleh LE yang mencapai ratusan miliar rupiah. Dari 12 temuan itu, PPATK menemukan dugaan transaksi setoran tunai ke kasino judi di dua negara berbeda senilai Rp560 miliar

Menko Polhukam Mahfud MD kembali membongkar sejumlah temuan soal kasus dugaan korupsi yang dilakukan LE. Salah satunya, LD diduga memiliki manajer pencucian uang, dan penyalahgunaan dana PON XX yang luar biasa besarnya. Disebutkan, ada beberapa vendor, relawan, wartawan, tim fotografi dan sopir transportasi PON XX yang belum dibayar oleh LE.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP