Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia

Mantan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia Jafar Umar Thalib dan santri-santrinya. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib meninggal dunia, Minggu (25/8). Jafar meninggal dunia karena sakit jantung di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta.

Tim Pengacara Muslim, Mahendradatta membenarkan informasi tersebut. Jafar meninggal karena penyakit jantung. Mahendra mengatakan, almarhum dikebumikan di Yogyakarta, Senin (26/8)

"Di pemakaman keluarga di komplek Ponpes Ihya Assunnah Degolan," kata Mahendradatta kepada merdeka.com.

pemakaman jafar umar thalib©2019 Merdeka.com/istimewa

Mehendra menjelaskan, Ustaz Jafar memang sudah lama menderita penyakit jantung. Bahkan, sudah pernah dipasang ring di jantungnya.

"Cukup lama sudah di ring, semula mau pasang ring lagi ke Malaysia, tetapi keburu serangan dan masuk RS Harapan Kita hari Rabu kemarin," jelas dia lagi.

Diketahui, Ustaz Jafar Umar Thalib (58), pimpinan pesantren Ihyaul Sunnah di Provinsi Papua yang juga mantan panglima Laskar Jihad pernah divonis lima bulan penjara dan enam santrinya divonis enam bulan penjara kasus perusakan barang di kediaman Henock Niki di Kota Jayapura, Papua, 27 Februari 2019 lalu.

pemakaman jafar umar thalib©2019 Merdeka.com/istimewa

Vonis dijatuhkan dalam sidang yang berlangsung di ruang Harifin Tumpa Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa, (16/7) dengan ketua majelis hakim Suratno.

"Terdakwa terbukti melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP terkait perusakan," kata Suratno.

Kasus perusakan di kediaman Henock Niki di Kota Jayapura, Papua, 27 Februari 2019 lalu berawal gara-gara suara musik yang keras sehingga mengganggu pelaksanaan pengajian atau tausiyah Jafar Umar Thalib di masjid Muhajirin usai salat subuh berjamaah.

Bersama santri-santrinya berjumlah enam orang, mereka mendatangi kediaman Henock Niki untuk menegur dan menghentikan musik itu karena suaranya begitu keras di pagi hari dan dibunyikan bukan di rumah ibadah.

Kedatangan ustaz berikut santri-santrinya ini berakhir dengan aksi perusakan kabel dan loudspeaker yang mengarah ke masjid dengan menggunakan samurai.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP